Catatan: Sugito )*
TINTAKALTIM.COM-Tak ada sekat. Mereka berbaur penuh persaudaraan (ukhuwah). Bergandengan tangan dengan warga sekitar untuk merealisasikan perintah Allah dari jejak keimanan Nabi Ibrahim dan putranya Ismail.

Letaknya di kawasan Gunung Guntur Balikpapan Tengah. Pondok Pesantren Bairuha yang dikelola Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), organisasi kemasyarakatan Islam yang fokus pada dakwah dan pendidikan Islam berdasarkan quran dan hadist.
Di LDII Ponpes Bairuha, juga jadi tempat ‘penggemblengan’ iman . Saat Idul Kurban, terlihat penuh dengan tangan-tangan ikhlas. Mereka bekerja tulus melakukan rangkaian penyembelihan hewan kurban hingga distribusinya pada Idul Qurban 2025.

Sejak pagi, proses penyembelihan dilakukan. Di bawah komando Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Balikpapan Herry Fatamsyah dan Wakilnya Laode Benny dan jajaran pengurus lainnya
Mereka bekerja begitu kompak. Hingga distribusi daging kurban terjadi yang tak dibagi berdasarkan kupon tetapi lewat sentuhan atau pendekatan agar interaksi layanan terasa personal. Jauh dan dekat dapat semua daging kebahagiaan itu.

Benny Laode begitu expert lewat satu sayatan menyembelih hewan kurban dengan pisau yang tajam dan mengacu pada sya’ri. Ia menyembelih hewan-hewan kurban bukan tujuannya kekerasan tetapi hakekat membunuh lewat sembelih itu untuk membunuh sikap-sikap kebinatangan dalam jiwa.

Kurban di LDII Balikpapan itu kata Herry dan Benny juga langkah berbagi rezeki dan menyucikan harta. Karena, jamaah dan warganya sadar bahwa Allah tak butuh daging dan darah. Mereka semua berkurban karena niat tulus dasar keimanan yang orientasinya bukan ingin ‘memuaskan Tuhan’
“Simbolisasi menyembelih kurban itu mengingatkan manusia tak egois dan mau berbagi rezeki sebab rezeki itu akan diminta kembali lewat pertanggungjawaban Allah,” kata Herry Fatamsyah

Tak heran warga LDII Balikpapan memiliki target menyembelih itu untuk mencapai dimensi spiritual yang puncaknya taqwa. Juga saling membantu dan tolong menolong dalam kebaikan warga sekitar (ta’awun) dan memberi edukasi tentang berkurban yang sudah disyaratkan dalam hadist dan Alquran yang targetnya kemaslahatan duniawi dan ukhrowi.
Karena, kesadaran itu muncul lewat pendidikan karakter yang diajarkan di Ponpes Bairuha dan cabang LDII lainnya di mana setiap Idul Adha harus menyembelih binatang untuk kurban. Karena, saat itu hakekatnya manusia harus membunuh tapi yang dibunuh adalah watak kebinatangan yang dalam ajaran fiqih disebut nafs al hayawaniyah atau nafsu yang karakteristiknya hewani atau binatang yang ada sifat serakah dan lainnya.
INSKLUSIF
Dari dalam hati-hati warga LDII, ada ketulusan dan ketaatan total. Sehingga, setiap tahun terus meningkat kurbannya. Ini karena sentuhan iman dan menciptakan sikap atau prinsip pengakuan terhadap kebenaran termasuk yang berbeda (inklusivisme) dalam diri yang ingin diaktualisasikan lewat kesetaraan, persamaan dan kerukunan antarsesama.

Makna hakikinya kata Ustaz Dani, ada katalisator kedewasaan, ketaatan terhadap Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang taat pada perintah Allah. Makanya, warga LDII hidup di dunia itu ingin bermanfaat bagi orang lain karena kurban sejatinya adalah manifestasi sosial.
Sehingga, rujukannya LDII hadir itu bukan sebagai ormas Islam yang ekslusif tetapi inklusif sebab sikap jamaahnya adalah mengikutsertakan semua orang tanpa memandang latar belakang atau perbedaan mereka.
“Sehingga, LDII hadir itu ingin membantu, bersaudara dan memahami konsep kemanusiaan yang harus tolong menolong dalam kebaikan tadi,” kata Herry Fatamsyah.
Tak heran, jika ada sampai jamaah yang karena sentuhan iman dan yakin atas kebesaran dan kehendak Allah terketuk hatinya menjalankan kekuatan dimensi tabungan yang aspeknya bermanfaat dunia dan ukhrowi karena Allah, sehingga berkurban satu ekor sapi senilai Rp70 juta. Yang melengkapi jumlah total 352 hewan kurban yang naik 9 persen di tahun 2025.
Itulah kurban-kurban LDII Balikpapan. Ada ketaatan total dan spiritual yang merujuk pada pengabdian penuh, sukarela kepada Allah baik dalam hal rohani dan kehidupan sehari-hari. Jazakumullah khairan katsiran.*
*) Direktur Tintakaltim.Com, Wk Ketua Media Online Indonesia Kaltim.












