TINTAKALTIM.COM-Kritik tajam ada yang konstruktif dan bersifat bully, bagi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) itu adalah vitamin. Apalagi itu terkait pelayanan dan dianggap wajar dan sulit dihindari karena era sosial media (sosmed)
“Pak Walikota selalu mengingatkan bahwa kritik itu ditanggapi dengan lapang dada. Sebab, orientasi PTMB selain bisnis juga pelayanan. Sehingga, menjawabnya dengan kerja keras,” kata Tenaga Ahli PTMB Bidang Manajemen Hendri Munir SE di sela Press Conference yang mengusung tema Water Resilience 2025, Senin (22/09/2025) di Aula Manggar Gedung Tirta Manggar Jln Ruhui Rahayu.

PTMB mengusung tema Water Resilience 2025 dalam press conference itu, karena memang sedang mewujudkan ketahanan air untuk memastikan pasokan air bersih yang aman di tengah tantangan yang terus terjadi
Dalam Press Conference itu dihadiri Direktur Utama (Dirut) PTMB Dr Yudhi Saharuddin, Direktur Operasional Ali Rachman, Direktur Umum Purnamawati, Plt Direktur Teknik Khoiruddin, Tenaga Ahli Bidang Humas Adelina, Manajer Sekretariat Direksi Abdul Ramli dan jajaran manajer di lingkup PTMB.
Disebutkan Hendri, kritik itu rata-rata memang karena mencakup keluhan tentang distribusi air yang tak lancar. Air mati mendadak, pipa bocor atau rusak hingga tagihan membengkak.

“Kami menerima kritik itu semua. PDAM terus melakukan evaluasi menyeluruh dan Pemkot Balikpapan juga terlibat aktif dalam menyelesaikan masalah air bersih tersebut,” jelas Hendri Munir
Disebutkan Hendri, masalah PTMB itu karena air baku. Ini harus diselesaikan jangka pendek, menengah dan panjang. Untuk jangka pendek, renbis sudah dibuat.
“Hanya jika kaitan dukungan Proyek Strategis Nasional (PSN), itu kan regulasinya pusat. Tentu, kita hanya bisa membuat langkah-langkah dan perencanaan. Tetapi, tetap optimistis air baku itu bisa teratasi yang dilakukan secara holistic (menyeluruh),” kata Hendri Munir
Menurut Hendri, tak mungkin kritik dari pelanggan itu dibiarkan. Tentu, bagian humas dan direksi terus memperhatikan dan mencari langkah-langkah strategis. Memang, kendalanya di air baku.
“Balikpapan ini sudah melakukan berbagai cara untuk mendapatkan air baku. Hanya, selama ini memang kendalanya pada anggaran. Sebab, sangat besar,” ujarnya. (gt)












