TINTAKALTIM.COM-Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan Gasali membuat pernyataan ‘menggelitik’ yang diarahkan untuk pengurus yakni, organisasi olahraga yang dipimpinnya bukan hanya bisa mencetak spanduk tetapi ke depan harus bertransformasi untuk mencetak prestasi.

“KONI Balikpapan itu bukan hanya ramai saat pelantikan. Tetapi, harus kuat saat ada pertandingan. Dan, pembinaan atlet pun dijalankan terstruktur dan berjenjang dengan komitmen membuat tata kelola yang profesional,” kata Gasali saat menyampaikan sambutannya usai pelantikan pengurus periode 2025-2029 di Balikpapan Sport & Convention Centre (BSCC) atau Dome, Rabu (7/1/2026)

Pelantikan itu dihadiri Ketua DPRD Provinsi yang diwakili Ketua Komisi II Sabaruddin Panricalle, Ketua KONI Kaltim Drs Rusdiansyah Aras dan jajaran pengurus, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (DPOP) dr Ratih Kusuma, jajaran forkopimda, ketua-ketua 62 cabang olahraga (cabor) dan undangan lainnya

Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME ditunggu. Hanya, jadwalnya bersamaan menghadiri pisah sambut Kapolresta Balikpapan, sehingga menunda waktu untuk datang ke acara pelantikan

“Pak Walikota sedang menghadiri acara pisah sambut Kapolres Balikpapan, mungkin agak terlambat,” kata Ketua Panitia Pelantikan Dr Yudhi Saharuddin menegaskan kehadiran walikota itu

Dikatakan Gasali, pelantikan jadi titik awal tanggung jawab besar untuk membawa olahraga Balikpapan naik ke level lebih tinggi. Dan ia juga memberi apresiasi untuk pengurus periode sebelumnya yang memiliki dedikasi dan kerja keras menjalankan KONI

“Ini adalah amanah kolektif. Juga amanah dari para atlet yang berlatih tanpa sorotan kamera, pelatih setia mendampingi dan cabor yang berjuang meski dengan keterbatasan,” kata Gasali tegas
POPDA
Gasali membeber prestasi dan merasa bersyukur karena pada pekan olahraga pelajar daerah (Popda) tahun 2025, Kota Balikpapan menjadi juara umum dengan perolehan medali 59 emas, 57 perak dan 58 perunggu yang total medalinya 174 medali

Bukan itu saja kata Gasali, saat babak kualifikasi PON, Kota Balikpapan kembali mengukir prestasi dengan meraih 197 emas, 219 perak dan 279 perunggu. “Balikpapan akhirnya lolos Porprov 2026 dengan kekuatan atlet untuk 58 cabang olahraga (cabor),” ujarnya

Semua prestasi itu katanya, merupakan keringat, air mata, disiplin dan pengorbanan orangtua yang mengatar latihan, pelatih menunda kepentingan pribadi demi atletnya. Dan bahkan, atlet yang jatuh, bangkit lalu berjuang kembali

Untuk itu katanya, Kota Balikpapan tidak kekurangan atlet berprestasi dan talenta olahraga tetapi diperlukan dari KONI sistem yang kuat, kepemimpinan yang konsisten dan keberanian untuk berubah

Gasali memiliki komitmen untuk membina atlet yang terstruktur dan berjenjang . Dan KONI harus bertranformasi dari organisasi event oriented menjadi orientasi kesuksesan. “Ayo kita bangun ekosistem olahraga yang melibatkan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Sebab, olahraga itu bukan hanya lahirnya juara tetapi lahir juga karakter, kebanggaan daerah dan peluang ekonomi baru melalui industri olahraga,” ungkapnya

Semua itu kata Gasali, dapat terealisasi jika pengurus kompak dan KONI tidak bisa berjalan sendiri. Karena, prestasi lahir dari langkah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat

“Kami menyadari KONI tidak bisa jalan sendiri. Karena, prestasi bisa diraih atas dasar kerjasama, kepercayaan dan komitmen kolektif. Sehingga, Pemkot Balikpapan, KONI Kaltim bisa jadi mitra strategis termasuk sponsor agar olahraga berjalan satu tujuan,” tegas Gasali
Paling penting katanya, dalam olahraga harus tinggalkan ego sektoral dan memperkuat komunikasi. Sehingga, periodesasi kepengurusan KONI periode 2025-2029 jadi era baru di mana olahraga Balikpapan naik kelas dalam prestasi, tata kelola dan kebanggaan. (gt)













