• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Monday, March 16, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

Ketua Caretaker Akui Ada 2 Blok di DMI Balikpapan. Habib Agus: Banyak Kader, Mengapa Mantan Jamaah LDII Diakomodir?

by admin
October 13, 2022
in Kanal
0 0
0
Ketua Caretaker Akui Ada 2 Blok di DMI Balikpapan. Habib Agus: Banyak Kader, Mengapa Mantan Jamaah LDII Diakomodir?

DIAKUI: Kisruh DMI Balikpapan diakui ketua caretakernya DR Sugianto karena adanya 2 blok

0
SHARES
606
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Ketua Caretaker Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Balikpapan DR Sugianto mengakui, kisruh organisasi masjid ini karena adanya 2 blok yang saling berseberangan. Sehingga, posisinya dianggap tidak mudah karena adanya pandangan satu sama lainnya.

Pengakuan Sugianto itu berdasarkan sumber dari screenshoot chat di aplikasi WhatsApp Group (WAG) yang diperoleh Tintakaltim.Com dan beredar di sejumlah pihak.

Sugianto seolah curhat di WAG itu, ia menyebut komitmennya menyelamatkan organisasi dengan segala kekurangannya untuk mengawal pelaksanaan Musda pada 2023 mendatang. Bukan itu saja, Sugianto juga menyatakan tidak ada hasrat untuk menjabat sebagai ketua di periode berikutnya.

“Saya ingin menjaga nama baik dan kehormatan pengurus dan menyelamatkan organisasi kendati tidak bisa dipungkiri banyak isu miring berkembang,” ujarnya dalam WAG itu.

Ketua Caretaker DMI Balikpapan DR Sugianto

Ia pun meluruskan kesalahpahaman yang berkembang. Karena posisinya bukan mudah karena berhadapan dengan 2 blok berseberangan pandangan. Namun, ia menegaskan tidak punya kepentingan pada kedua pihak itu karena kepentingan dirinya hanya menjalankan amanah organisasi.

Justru Sugianto menyinggung, ada pandangan rekan-rekan yang disebutnya dengan kata ‘sebelah’ . Tidak dijelaskan, apa maknanya hanya ia mengaku sulit dinetralisir dengan segala kekekurangan yang terungkap. Namun, ia harus bersikap objektif dan menyelamatkan nama baik rekan-rekan sekalian dengan bersikap netral dan mengakomodir masukan dari lainnya.

“Saya juga harus menjaga nama baik mereka dalam pandangan lainnya. Dan fakta itu sulit dihindari terjadi,” curhat Sugianto yang tidak gamblang menjelaskan apa fakta-fakta itu.

Menurut Sugianto dalam WAG itu, fokusnya pada penyelamatan  organisasi. Sama sekali tidak ada maksud meninggalkan yang satu untuk  yang lain dan segala macamnya. “Saya adalah orang eksternal yang diamanahi jabatan ini dan Insya Allah akan fokus  untuk lebih mementingkan organisasi  di atas kepentingan masing-masing (pihak manapun),” ujarnya.

Sehingga kata Sugianto, jika terjadi hal yang dirasa kurang berkenan, yang dibutuhkan adalah masukan dan saran yang santun, tapi perlu juga diingat  bagaimana posisi dirinya yang selalu berupaya selalu netral.

Ia menyatakan, apapun dinamika yang terjadi, bahwa semua adalah saudara  Muslim dan sahabat yang harus selalu dijaga silaturahmi sesama pengurus DMI.

Sejumlah sumber Tintakaltim.Com menilai, sikap objektif dan netralitas Ketua Carateker Sugianto justru dipertanyakan, sebab jika jelas-jelas melihat ada 2 blok, harusnya dikumpulkan duduk bersama, silaturahmi, bermusyawarah. Bukan lalu menambah pengurus baru yang diduga melakukannya dengan rapat ‘sembunyi-sembunyi’ dan akhirnya menimbulkan kisruh DMI Balikpapan. Apalagi setelah mengakomodir dua mantan jamaah LDII Balikpapan.

JANJI TABAYUN

Sebelumnya, Sekretaris DMI Balikpapan Nur Arifin mengirim WA ke Tintakaltim.Com. Meminta media ini untuk bertemu Sugianto di Kampus Uniba tempat mengajar.  Karena berkali-kali media ini ingin tabayun (konfirmasi) tetapi selalu dijawab no comment.

H Nur Arifin

“Pak Sugianto yang perintah saya untuk WA bapak,” chat Nur Arifin kepada Tintakaltim.Com.

Tetapi, media ini akan menemui Sugianto. Hanya, dijawab Nur Arifin jika Sugianto belum bisa memberikan waktu karena sibuk sekali.

“Tadi Pak Sugianto meminta saya untuk menghubungi bapak dan siap menerima. Tetapi, saat saya hubungi lagi mengajar sehingga tidak bisa memberikan kepastian waktu,” kata Nur Arifin dalam chat WA-nya hingga satu harian ditunggu tidak ada jawaban Sugianto mengenai niat tabayun itu.

KISRUH DMI

Kisruh DMI Balikpapan diawali adanya dua mantan jamaah Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) masuk dalam kepengurusan caretaker sisa masa bhakti 2019-2023. Mereka adalah Ruslan Affandi dan Achmad Dasuki yang namanya diusulkan Ketua Caretaker DMI Balikpapan DR H Sugianto MM yang masing-masing posisinya Wakil Ketua mendampingi Sugianto dan  wakil sekretaris mendampingi H Nur Arifin SPdI

Tentu keputusan itu membuat reaksi tiga anggota tim konsolidasi yakni Drs H Muhammad Jailani MSi, Sahal Suryanto dan Drs H Rikmo Kuswanto yang selama ini dianggap sebagai think-thank caretaker DMI Balikpapan dan ingin membuat DMI terbuka, transparan dan demokratis. Seolah mereka semua ditinggal.

Bahkan Jailani menilai penunjukkan posisi wakil sekretaris dengan mengakomodir mantan jamaah LDII sangat tak tepat. Dasuki orang baru dan seolah mengabaikan prinsip the right man on the right place (orang yang tepat pada tempatnya sesuai kemampuannya).

“Ini cenderung ada unsur like & dislike atau suka tidak suka. Kacau jika organisasi ada muatan semacam itu. Harusnya tidak begitu, apalagi menyusun pergantian carateker sembunyi-sembunyi,” ujar Jailani yang dikenal malang-melintang di organisasi keagamaan ini.

DISAYANGKAN

Sementara itu Ketua Masjid Jami Al-Amin Kebun Sayur Balikpapan Barat, Habib Agus Al-Qadrie terkejut mendengar adanya kisruh DMI Balikpapan yang sekarang ini berada pada SK caretaker. Tambah terkejut, ketika diakomodirnya dua mantan  jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Balikpapan dalam kepengurusan caretaker yakni Ruslan Affandi dan Achmad Dasuki

Ustaz Habib Agus Al-Qadrie

“Apa Kota Balikpapan ini sudah kehilangan kader. Jangan justru ke depan menambah gesekan. Karena, apapun mantan LDII dipersepsikan di luar oleh lainnya menjadi sesuatu sebab. Karena, sekarang fatwa MUI tentang paradigma baru saja belum maksimal berjalan. Harusnya ketua caretaker melihat jernih dan tidak ‘alergi’ jika ada kritik. Apalagi sampai memilih mantan jamaah LDII,” kata Habib Agus.

Menurut Agus, ia paling paham tentang doktrin LDII. Sehingga, kendati mantan tetap saja kedepan akan ada pengaruh terhadap keberadaan DMI Balikpapan. “Saya ini juga ketua masjid. Sehingga, wajar jika memberikan masukan ke caretaker. Bagaimana disebut mau menyelamatkan organisasi tetapi mengakomodir mantan jamaah LDII. Ini justru akan menimbulkan masalah baru ke depannya,” ujar Habib Agus

Menurut Habib Agus, mayoritas di Balikpapan adalah  penganut paham Ahlussunah wal Jama’ah yang itu disebut juga sebagai kelompok ahli tafsir, ahli hadist dan ahli fikih. Merekalah yang mengikuti  dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi dan sunnah kulaufaurrasyiddin.

“Itu tegas, mengapa tidak mengakomodir pihak-pihak lainnya yang di Kota Balikpapan ini bisa diambil dari ormas agama mana pun yang basisnya Ahlussunah wal Jama’ah,” kata Habib Agus.

Sebab katanya, DMI itu ke depan bukan sekadar mengantarkan musda tetapi banyak program-program yang harus memakmurkan masjid dan menjadikan masjid memiliki manajemen keuangan baik dan mampu mengangkat derajat ekonomi jamaah

Sehingga kata Habib Agus, objektivitas pengurus caretaker harus dari hati yang tulus. Karena, tidak bisa hanya muncul ‘keakuan’ dalam mengelola organisasi masjid. “DMI itu untuk umat. Tidak sembarangan pengurusnya. Harus memiliki latar belakang (background) dan track record pada akhlak dan kepentingan umat serta tidak ada anasir-anasir yang ke depan justru menimbulkan perpecahan,” pungkasnya. (gt)

SendShareTweet

Related Posts

Helikopter Dandim Ditembak OPM (Cerita saat 2 Tahun Tugas di Puncak Jaya Papua)
Kanal

Helikopter Dandim Ditembak OPM (Cerita saat 2 Tahun Tugas di Puncak Jaya Papua)

March 16, 2026
PTMB Pastikan Pasokan Air Aman saat Ramadan
Kanal

PTMB Pastikan Pasokan Air Aman saat Ramadan

March 15, 2026
PTMB Turunkan 28,48 Persen NRW. Ali Rachman: Perang Lawan Kebocoran
Kanal

PTMB Turunkan 28,48 Persen NRW. Ali Rachman: Perang Lawan Kebocoran

March 15, 2026
Sering Bocor, Pipa PDAM Dipasang di Permukaan. Juga Antisipasi Terjadinya NRW Tinggi
Kanal

Sering Bocor, Pipa PDAM Dipasang di Permukaan. Juga Antisipasi Terjadinya NRW Tinggi

March 15, 2026
2026, Ada 12 Ribu Sambungan Baru. PTMB Sehat, Produksi Air Naik Drastis
Kanal

2026, Ada 12 Ribu Sambungan Baru. PTMB Sehat, Produksi Air Naik Drastis

March 15, 2026
PTMB Ganti 32.500 Water Meter Pelanggan. Dirut: Gratis, Demi Akurasi Pengukuran Air
Kanal

PTMB Ganti 32.500 Water Meter Pelanggan. Dirut: Gratis, Demi Akurasi Pengukuran Air

March 15, 2026
Next Post
DPRD Kukar Belajar ke Baznas Balikpapan. Sharing Penggemukan sapi untuk Mustahik

DPRD Kukar Belajar ke Baznas Balikpapan. Sharing Penggemukan sapi untuk Mustahik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

22 September, Digelar Puncak PKJ 2024 di Samarinda. Muiz: BPTD Juga Wujudkan Budaya Tertib Berlalu-lintas

22 September, Digelar Puncak PKJ 2024 di Samarinda. Muiz: BPTD Juga Wujudkan Budaya Tertib Berlalu-lintas

July 18, 2024
Penyembelihan Kurban di BTN Pukul 08.00 Wita. Shohibul Qurban Diminta Menempati Tenda

Penyembelihan Kurban di BTN Pukul 08.00 Wita. Shohibul Qurban Diminta Menempati Tenda

June 6, 2025
Haul, Penumpang di Terminal Naik sampai 389 Persen. Posko Terpadu Siaga, Ada Pemeriksaan Kesehatan

Haul, Penumpang di Terminal Naik sampai 389 Persen. Posko Terpadu Siaga, Ada Pemeriksaan Kesehatan

December 24, 2025
Arus Puncak Mudik di Pelabuhan Kariangau 5 April. Muiz: Mamuju dan Palu Toleransi pada ILR, Keselamatan Utama

Arus Puncak Mudik di Pelabuhan Kariangau 5 April. Muiz: Mamuju dan Palu Toleransi pada ILR, Keselamatan Utama

April 5, 2024
Arsyad dan Keluarga Idul Fitri di Tanah Suci. Mohon Maaf, Tak Ada Open House di Kediaman

Arsyad dan Keluarga Idul Fitri di Tanah Suci. Mohon Maaf, Tak Ada Open House di Kediaman

March 20, 2025
Wujudkan Road Safety, ‘KaPeKa’ Masuk Kampus Uniba. Korlantas Polri Libatkan Mahasiswa Diskusi dan Safety Riding

Wujudkan Road Safety, ‘KaPeKa’ Masuk Kampus Uniba. Korlantas Polri Libatkan Mahasiswa Diskusi dan Safety Riding

June 8, 2023
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines