TINTAKALTIM.COM-Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Kaltim Kombes Pol Dedi Suryadi SIK MHan menegaskan, rapat koordinasi kerjasama (kerma) wujud polri peduli dan inklusif di dalam melaksanakan tugas-tugas di masyarakat.

Selain itu, rakor bertujuan menyamakan persepsi agar kerjasama yang sudah dibuat bersama stakholders dapat diimplementasikan secara baik dan benar.

“Rakor kerma ini untuk menjawab era global, regional dan nasional. Karena, potensi kaitan gangguan harkamtibmas bisa saja terjadi sejalan dengan kemajuan teknologi,” kata Dedi Suryadi saat membuka Rakor Kerma yang digagas Biro Operasi Polda Kaltim di Ballroom Hotel Platinum, Jumat (27/12)

Rakor itu mengusung tema Polda Kaltim Siap Meningkatkan Sinergitas Pelaksanaan Kerjasama dengan Stakholders Dalam Mendukung Percepatan Program Asta Cita yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045 menghadirkan 4 narasumber sebagai referensi peserta untuk merumuskan kebijakan kerma di Provinsi Kaltim.

Narsum itu adalah Handel Martul PLN SE Ak (Pertamina Zona 9/ICBS Security Support Assisten/PHSS), Drs Rusna Ristana MPd MSi (Direktur Universitas Terbuka Samarinda), AKBP Muntini SH MH (Kasubid Sunluhkum Bidkum Polda Kaltim) dan Kompol Hanif Fatih Wicaksono SIK MSi (Kabagbinops Ditpam Obvit Polda Kaltim) yang dipandu moderator H Sugito SH

Acara dihadiri Kabag Kerma Polda Kaltim AKBP Andreas S Nugroho SIK MSi, Wk Rektor Uniba Ir Rachmat ST MT, pimpinan perusahaan, perwakilan dari Pertamina Hulu Indonesia zona 8, 9 dan 10, PT Bayan, PT Kideco Jaya Agung, PLN UID Kaltimra, Witel Telkom, para kasubag renmin, kasubag kerma, pejabat pengemban fungsi di Polda Kaltim dan polres 10 kota-kabupaten dan undangan lainnya.

Dijelaskan Dedi, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat semakin beragam dan kompleks. Sehingga diperlukan penguatan sinergi dan kolaborasi menciptakan solusi yang lebih efektif.
“Kerjasama sudah dilakukan tetapi rakor bisa jadi bahan evaluasi untuk perbaikan apa saja yang kurang. Sehingga, penting untuk dikoordinasikan dan ditingkatkan, serta membuat kerjasama baru,” kata Dedi Suryadi.
Semangat kerjasama itu kata Dedi, harus diwujudkan secara profesional dan saling berbagi informasi yang relevan guna menciptakan situasi aman dan damai.
“Manfaatkan rakor kerma untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman dan merumuskan langkah konkret. Dengan kerjasama yang solid, maka setiap tantangan bisa dicarikan solusinya,” jelas Dedi.
PENDIDIKAN
Sementara itu Universitas Terbuka sudah kerjasama dengan Polda Kaltim. Karena, sebagai wujud meningkatkan karier dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkup personel Polda Kaltim.

“Kami memiliki 45 program studi dan program pendidikan berkelanjutan bersertifikat dan mata kuliahnya 1.000 yang mahasiswa aktifnya 38.119,” kata Direktur Universitas Terbuka Samarinda Rusna Ristana dalam paparannya.

Universitas Terbuka katanya, merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berbadan hukum, sehingga legalitasnya terjamin. “Kami memiliki layanan bantuan belajar dan ujian sangat mudah diikuti mahasiswa,” jelas Rusna
Bantuan belajar itu katanya, seperti tutorial tatap muka bisa kelas riil, webinar, tutorial online, tutorial tugas mata kuliah serta ujian akhir semester, ujian tatap muka, ujian online. “Jadi sangat membantu mahasiswa,” urai Rusna.

Secara nasional kata Rusna, Universitas Terbuka memiliki sarana Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) yang dapat dimanfaatkan untuk layanan administrasi akademik serta kegiatan lainnya.
“UT Samarinda memiliki 57 lokasi ujian dan sudah ada sekitar 91.333 alumni yang berasal dari program diploma, sarjana dan pascasarjana,” kata Rusna.

Sedang Ditpam Obvit Polda Kaltim melalui Kompol Hanif Fatih menegaskan, kerjasama bisa dilakukan dengan penyediaan jasa pengamanan juga risk assessment.
“Jadi perusahaan apa saja termasuk objek vital tertentu dan obvitnas bisa kerjasama risk assessment. Ini bertujuan meminimalisir risiko keamanan yang terjadi di perusahaan mana pun,” kata Hanif.
Karena kata Hanif, rasa aman itu menjadi penting bagi seluruh stokeholders yang itu bisa dilakukan kerjasama dengan Ditpam Obvit Polda Kaltim. “Saya dengar perhotelan belum ada kerjasama untuk pengamanan. Ini penting untuk dilakukan evaluasi,” kata Hanif

Sedang Pertamina Zona 9 (Pertamina Hulu Sanga-Sanga) Handel Martua menjelaskan kaitan kerjasama yang sudah dibangun dengan Polda Kaltim. Bahkan, sudah melakukan mitigasi risiko serta analisa evaluasi (anev) yang hasilnya pun dikembangkan untuk kepentingan internal perusahaan dan masyarakat.
“Kami membangun kerjasama dengan komunitas dan pilar keamanan lainnya seperti TNI berbagai matra untuk kepentingan keamanan yang relevansinya pada produksi perusahaan,” kata Handel yang juga expert di bidang Integrated Community Based Security (IBCS) ini. (gt)













