TINTAKALTIM.COM-Baru menikmati perjalanan Kapal Pinisi susur Teluk Balikpapan, Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Balikpapan H Soegianto SE menegaskan, kapal Pinisi merupakan wisata baru yang harus didukung keberadaannya.
Direktur Platinum Hotel ini, menilai Pemkot Balikpapan lewat kepemimpinan Walikota H Rahmad Mas’ud sangat serius untuk mengelola dan menghidupkan gairah pariwisata bahari di Balikpapan.

Potensi wisata bahari Balikpapan kata Soegianto, tak kalah elok dengan daerah lainnya, sehingga harus dikembangkan. Apalagi jelajah berlayar menggunakan Pinisi bisa melihat keindahan kilang di waktu malam dan kapal-kapal yang berlayar di perairan Teluk Balikpapan.

“Pak Walikota sangat inovatif. Hadirnya Kapal Pinisi di Balikpapan merupakan titik awal pengembangan obyek wisata bahari yang selama ini belum tersentuh maksimal. Wisata bahari Balikpapan itu sangat fun jika disusur pakai kapal,” ujar Soegianto yang mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Balikpapan ini.

Soegianto datang khusus ikut berlayar membawa General Manager (GM) Platinum Hotel Joko Budi. “Sekaligus mengenalkan Pak GM yang baru,” kata Soegianto. Joko Budi sebelumnya GM Aston Makassar dan GM Bluesky Balikpapan. “Wah orang baru stok lama balik lagi Balikpapan,” canda anggota badan promosi bidang destinasi Noor Awaliah.

Open trip yang mengundang sejumlah stakeholders pariwisata kata Soegianto, bisa langsung jadi pengembangan pariwisata bahari di Kota Beriman. Apalagi penumpangnya bisa menikmati sunset. Spot-spot yang bisa dilewati kapal sekaligus dilihat, mana yang bagus dan jadi tujuan.
“Saya sudah banyak mendapat informasi. Sejak launching pertama Pinisi sudah banyak yang ingin naik. Artinya, ini opportunity untuk pengembangan wisata bahari di Balikpapan cukup baik,” kata Soegianto.
GERAKKAN EKONOMI
Sementara itu Wakil Ketua Direktur MICE Badan Promosi Pariwisata Balikpapan Khairul Anam SH STr Par MPar menyebutkan, wisata bahari punya multiplier effect pada sisi ekonomi. Hanya dengan menikmati matahari terbenam di atas Kapal Pinisi, tentu jadi daya tarik.

“Wisata bahari itu menggerakkan ekonomi dan memberdayakan masyarakat. Pemerintah Kota sangat concern dengan pengembangan pariwisata,” ujar Khairul Anam yang biasa disapa Arul ini.
Disebutkannya, Kota Bali misalnya sebagaian besar majunya pariwisata karena upaya-upaya luar biasa yang dilakukan pemerintah yang sinergi dengan multi-stakeholders.

“Badan promosi punya kepentingan mengembangkan wisata bahari ini. Sebab, korelasinya pada UMKM juga. Misalnya, ada jajanan pasar masuk kapal, termasuk Mantau Strat yang disukai masyarakat,” kelakar Arul sambil berpromosi.
Susur Teluk Balikpapan dengan Kapal Pinisi ujar Arul yang juga owner Mantau Strat ini, memberi gambaran pilihan destinasi wisata masyarakat. Terbukti, sejak awal berlayar sampai sekarang peminatnya tinggi. “Ada yang dapat dieksplor dalam wisata bahari Balikpapan. Kita bisa melihat mangrove. Kan wisata bahari itu suatu rekreasi yang aktivitasnya dilakukan di kawasan laut. Kapal Pinisi sangat menjanjikan,” urai Arul.

Sedang menurut Wakil Direktur Promosi Badan Promosi Pariwisata Kota Balikpapan Syarifuddin SPd MSi. “Naik kapal itu kan mau melihat view, keunikan lautnya. Tapi bisa didesain dengan konsep budaya. Di kapal bisa tampil seni budaya apa saja secara bergantian. Karena di Kota Balikpapan ada ratusan paguyuban dan mereka memiliki nilai seni luar biasa,” kata Syarifuddin.
“Intinya wisata bahari yang digerakkan awalnya Pak Walikota harus didukung maksimal. Karena, ini akan jadi wisata baru. Tergantung nanti Dinas Pariwisata menentukan spot-spot unggulannya. Sehingga, ada pilihan ketika berlayar. Intinya Ayo ke Balikpapan, sebab kota ini sudah menjadi kota yang nyaman dihuni,” pungkas Syarifuddin. (gt)













