Catatan: Sugito )*
TINTAKALTIM.COM-Pilkada 2024 Balikpapan hanya kompetisi, bukan rivalitas abadi atau permusuhan. Kendati awalnya seru, penuh tantangan, strategi bahkan ada wujud caci-maki, tapi itu semua dilawan lewat kerja keras menjual program yang sudah dirasakan rakyat agar tetap hebat.

Lewat kampanye keliling, akhirnya pasangan calon (paslon) Rahmad Mas’ud (RM)-Bagus Susetyo dan Rudy Mas’ud-Seno Aji mengakhiri dengan hasil happy ending (akhir yang bahagia)

Ini bukan drama Korea (drakor), seolah ada kesedihan dan tantangan, tetapi perjalanan menuju puncak ditempuh dengan tensi tinggi dan harus penuh strategi. Karena, Pilkada 2024, tim bekerja ganda harus mempertahankan jabatan walikota dan merebut jabatan gubernur.

Posko tim koalisi pimpinan ‘trio KSB’ (Ketua, Sekretaris, Bendahara) H Edi Salasa, H Ahmad Malolongan dan Andi Arif Agung (A3) merancang jadwal kampanye. Seluruh tim koalisi pendukung RM-Bagus dan Rudy-Seno terlibat dan ikut kerja demi mendapatkan pundi-pundi suara.

Demikian juga, melalui Ketua DPD Partai Golkar Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME yang calon walikota incumbent menggerakkan potensi Kelompok Kerja Partai Golkar (Pokkar) di bawah kendali badan pemenangan pemilu (Bappilu) pimpinan H Mustaqim Lc pun menggelorakan semangat Pokkar.

Ada 4.000 kader lebih bergerak masif. Apalagi tokoh senior Partai Golkar H Damanhuri turun gunung ikut memberikan pembinaan teknis (bimtek) dan bedah perkiraan keadaan (kirka) agar Pokkar mendulang suara.

Ditambah kerja jajaran pengurus DPD Partai Golkar dari kelurahan hingga kecamatan. Plus partai koalisi serta fraksi-fraksi di DPRD pendukung RM-Bagus dan Rudy-Seno. Termasuk anggota DPRD Kaltim seperti Abdulloh, Yusuf Mustafa, Nurhadi Saputra dan lainnya

Denyut politik dan tensinya menaik mulai 25 September -23 November 2024 yang masuk jadwal kampanye. Permainan ‘seni menangkap peluang’ untuk mempertahankan kekuasaan dan merebutnya dipermainkan cantik.
Ibarat orang dagang, prinsip ekonomi pun berjalan karena bisnis utamanya (main business) mempertahankan dan merebut kekuasaan dan ini dilakukan terukur dan jangka panjang (long term).

Ada kelebihan dalam kampanye saat itu. Juru kampanye (jurkam) lebih mengedepankan suksesnya program. Karena, tim ini semua yang tampil punya portofolio kerja yang nggak kaleng-kaleng. Sehingga, program menjadi penentu keberhasilan. Termasuk program baru yang bisa menjadi pendorong suara lewat Gratispoll.
Kendati polarisasi politik dibentuk oleh paslon lawan tetapi tak terpancing untuk balas dendam lewat black campaign. Ini karena sang duet tokoh RM-Bagus dan Rudy-Seno tak menghendaki kampanye dengan rasa benci dan hasut.

Mereka bekerja totalitas, all out dan keliling kota. Tampil dengan jargon Itu Sudah, Lanjutkan 2 Periode dan Menang Menang Menang, menggema se-Balikpapan untuk meraup suara RM-Bagus.
Enerji mereka pun tak hanya itu, harus punya tanggung jawab merebut kekuasaan Kaltim 1 dengan ‘menjual’ Rudy Mas’ud-Seno Aji menjadi gubernur-wakil gubernur Kaltim lewat jargon Gratis Poll, Gas Poll, Menang-Menang-Menang.
Turbulensi politik Balikpapan berbeda. Di periode pertama, Rahmad Mas’ud (RM) melawan kotak kosong. Kali ini ada 2 rivalnya yakni paslon Rendi-Edi dan Sahbani-Syukri. Serangan platform sosmed ke pasangan RM-Bagus gencar. Berbagai cara dilakukan bagaimana merebut kekuasaan oleh sang lawan

Tetapi, tim RM-Bagus terus bekerja. Tim ini tak terpengaruh dengan ‘serangan negatif’ itu. Karena, mereka menilai lawan hanya: “Yang penting bicara” tetapi kubu RM-Bagus dan Rudy-Seno lebih mengedepankan: “Bicara yang penting”
Setiap hari, tim kerja kampanye. Menemui warga, menjual program dan meyakinkan voter. Memang, kadang ada resistensi untuk mengklarifikasi ‘serangan dahsyat’ dari lawan. Dan itu dilakukan well design & calculated atau memiliki desain yang bagus serta kalkulsi yang pasti.

Maksudnya, tim jurkamnya punya rekam jejak calon sehingga bisa jadi effort untuk dijual. Walaupun ada juga yang datang untuk menjadi peserta kampanye masuk wilayah ‘abu-abu’ bahkan ada yang dua wajah. Tetapi, tim terus bekerja meyakinkan, meneguhkan hati dan komitmen agar memilih RM-Bagus dan Rudy-Seno.
Saya mengikuti jurkam bekerja. Mereka terus menggelorakan semangat program RM yang sukses baru 3,5 tahun tetapi banyak hal dirasakan masyarakat. Sebutlah BPJS gratis, seragam gratis, pembenahan infrastruktur dan lainnya. Figur RM-Bagus berkeliling tak henti. Bahkan, Bagus Susetyo dan timnya kampanye sampai 300 kali bertemu warga.

Ternyata, itu semua mampu memberi keyakinan pemilih (voter). Termasuk, bagaimana ‘dagangan GratisPoll’ pasangan Rudy-Seno Aji. Lewat polesan Irfan Wahid yang akrab disapa Ipang Wahid seorang communication expert yang fokus pada politik.

Ia memoles bagaimana paslon Rudy-Seno Aji harus menang dan dijual menjadi sosok pemimpin ‘gila’ dengan terobosan dahsyat dan fundamental. Dari elektabilitas 25 persen sementara lawan 65 persen, ia bekerja meyakinkan bisa meraih kemenangan 55 persen raupan suara pasca pencoblosan.
Didukung kerja seorang yang detail soal logistik yakni Hijrah Mas’ud dan tim koalisi partai pendukung, Ipang Wahid bekerja totalitas dan bersama timnya terus menggelorakan semangat perubahan dan rasionalitas pada program. Ditambah, anak-anak muda Gen-Z serta milineal pendorongnya (trigger) seperti Andre dan Cindara yang memang merangkul influencer. Ditambah jajaran ormas pendukung.
Dan saya ingin katakan, ternyata It’s all predicted alias semuanya sudah sesuai prediksi. Sebab, ada pula dukungan influencer, sehingga itulah upaya untuk mendorong suara ditambah parpol mengusung dan mendukung, mesin partai ikut kerja.

Apalagi kerja-kerja masif anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai Golkar se-Kaltim, sehingga 8 daerah leading suaranya. Termasuk di Kukar ada Dr Muhammad Husni Fahruddin yang biasa disapa Ayub, Sekjen Partai Golkar Kaltim dan Syarkowi serta tim koalisi lainnya.
Sudah menang, lalu lontaran dugaan money politics disuarakan. Itu biasa, karena dugaannya semua paslon pun menjadikan isu itu sebagai upaya euphoria politik, sehingga karena sistem politik kita, maka sikap pragmatis dan transaksional muncul di masyarakat.
Sebagian menyebut, cost politics. Tentu, kalau ‘teriak’ semua harus berdasarkan bukti dengan memenuhi unsur yang tepat. Karena, nyatanya kalau disebut ‘nyiram’ dugaannya semua paslon juga melakukan.

Kalau di Thailand disebut vote buying. Sistem pemilu di Indonesia itu proporsional terbuka. Sehingga, sudah terbentuk di masyarakat sikap fragmatis transaksional itu terjadi.
Jangan paslonnya disalahkan. Karena, sejumlah pengamat politik menyebut dari pengalaman pemilu baik pilkada, pileg atau pun pilpres, masih banyak pemilih yang pragmatis dan bersifat transaksional.
Pilkada kadang jadi ajang melakukan transaksi politik. Harusnya memilih itu berdasarkan pilihan rasional alias rational choice untuk kepentingan pembangunan. Tapi, sikap transaksional sudah jadi rational choice bagi hampir mayoritas pemilih.
Berbeda dengan pemilu di AS. Di sono pakai prinsip winners take all alias ‘pemenang ambil semua suara’. Contoh, di California punya jatah 55 electoral. 30 di antaranya pilih Demokrat dan 25 pilih Republik. Otomatis Demokrat ambil semua suara jadi 55. Jadi sudah ketebak mayoritas warga California condong ke Demokrat, sehingga percuma kalau ada politik transaksional atau nyiram

Jadi kalau mau melakukan langkah-langkah penguatan logistik tentu sangat menghabiskan uang hanya untuk rakyat memilih seorang elector. Beda dengan Indonesia yang menerapkan popular vote, suara rakyat kecil bisa memilih dan rata-rata transaksional
Apalagi sistemnya One Man, One Vote, One Value atau Satu Orang, Satu Suara, Satu Nilai. Tetapi, itulah perjuangan dan sekarang tim RM-Bagus dan Rudy-Seno lega atas kerja-kerja timnya itu.
Perjuangan dan kerja keras itu tak khianati hasil. Berbagai elemen pendukung RM-Bagus dan Rudy-Seno tak lalu jumawa dan melakukan konvoi misalnya. Tetap cold menjaga situasi Balikpapan dan Kaltim aman, kendati sudah dipastikan menang. Kalaupun ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) itulah mekanisme demokrasi tapi yakin tetap ada penolakan seluruhnya.
RM-Bagus secara real count mendapatkan 59,29 persen dan Rudy-Seno 55,67 persen. Hasil yang sangat fantastis dan linier dengan kerja-kerja keras selama ini. Dan, suasana batin yang bahagia itu, ternyata tambah bahagia untuk Bani Mas’ud. Sebab, putri tercinta Rahmad Mas’ud, Cindara melangsungkan pernikahan yang resepsinya pada Sabtu (14/12) di Balikpapan Sport & Convention Centre (Dome). Maaf, sebagian jalan ditutup
Rencana ini sebenarnya dilakukan sebelum Pilkada 2024. Tetapi, atas dasar keputusan keluarga dijadwal usai pilkada. Maka disatukan lewat Tasyakuran Pernikahan Cindara-Abdu.
Seluruh elemen diundang. RM dan keluarganya mendapat bombardir warga lewat aplikasi WhatsApp (WA) untuk meminta undangan, ada yang dikenal dan tidak.
“Insya Allah diundang, tetapi kan tidak semua. Mohon maaf sekali. Silakan saja hadir di Pesta Rakyatnya,” kata RM yang saat ini menjalani kehidupannya termasuk Rudy Mas’ud dengan happy ending.

Happy, pilkada karena keluarga atau Bani Mas’ud menang. Senang karena anak tercinta melangsungkan pernikahan. Pesta Rakyat pun digelar menghadirkan group band legend DEWA.
“Ini bukan pesta politik tetapi perkawinan dan pertemuan karena Allah. Momentumnya saja bersamaan,” kata Ustaz Das’ad Latif, sahabat RM. Semoga jabatan RM-Bagus dan Rudy-Seno amanah dan anaknya Cindara yang dipersunting Abduh, bahagia hingga akhir hayat.
Happy Wedding, semoga sakinah, mawaddah, marahmah. Serta dilimpahi cinta, kebaikan dan kebahagiaan. Jazakallahu khairan khatsira.**
*) Direktur Tintakaltim.Com, Wartawan Senior













