• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Sunday, March 15, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

Ingat ‘Jas Merah’, Ayo Pasang Bendera Merah Putih. Kaltim Ada ‘Proximity’ Detik-detik Proklamasi di IKN

by admin
August 2, 2024
in Kanal
0 0
0
Ingat ‘Jas Merah’, Ayo Pasang  Bendera Merah Putih. Kaltim Ada ‘Proximity’ Detik-detik Proklamasi di IKN

LOGO HUT RI: Nusantara Baru, Indonesia Maju. Ayo pasang bendera merah putih

0
SHARES
199
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Catatan: Sugito *)

TINTAKALTIM.COM-Akuilah kita tak berjuang memikul senjata. Sehingga, harus ingat siapa yang membuat Indonesia Merdeka. 17 Agustus 2024 tahun ini bagi Kaltim ada nilai berita (news value). Dalam praktik jurnalistik ada istilah magnitude atau daya tarik yang besar. Kendati itu biasa saja. Yakni, upacara bendera memperingati Dirgahayu ke-79 RI.

Mengapa punya nilai besar? Padahal, itu upacara saja. Mengibarkan bendera lalu pembacaan naskah Detik-Detik Proklamasi 1945 dan sama dengan yang digelar di instansi perkantoran pemerintah, swasta bahkan sekolah. Ya, karena dilaksanakan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Sebab, peristiwa itu selain punya nilai berita, juga bagi masyarakat Kaltim ada sisi proximity atau lebih dikenal dengan kedekatan  baik objek maupun subjek. Bahkan,  lebih pada proximity physical atau kedekatan fisik sebab digelar di Provinsi Kaltim.

Istana Garuda, Upacara HUT RI di IKN

Sebelumnya, upacara itu di Istana Negara Jakarta. Masyarakat seluruh Indonesia hanya bisa menyaksikan via siaran live di stasiun televisi.

Kendati, tahun 2024 masih ada rangkaian HUT RI itu digelar di Jakarta seperti penganugerahan tanda kehormatan, pidato kenegaraan dan penyampaian  RAPBN dan nota keuangan di Gedung Nusantara MPR-DPR-DPD. Bahkan nanti juga akan ada live yang diikuti Wapres KH Ma’ruf Amin.

Tapi, tahun ini detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-79 RI dilakukan di IKN yang informasinya dari Setneg mengikuti waktu Jakarta. Di mana Presiden Jokowi bertindak sebagai inspektur upacara.

Hanya dari pemantauan media ini pada 2 Agustus 2024, di sejumlah kawasan Kota Balikpapan masih belum terlihat meriah pemasangan bendera maupun umbul-umbul itu. Kecuali di sejumlah perkampungan yang masuk wilayah kelurahan seperti di Kelurahan Margomulyo  serta jalan protokol.

Padahal, pekik Merdeka harusnya sudah lantang terdengar di seluruh Indonesia bahkan dunia karena 17 Agustus 2024, kita akan mengenang 79 tahun silam Soekarno-Hatta memproklamirkan Indonesia.

Anda yang lahir dan menjadi generasi milenial dan gen-Z, ayo kita ingat sejarah. Ada istilah ‘Jas Merah’  atau Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Bagaimana pejuang membuat Indonesia merdeka, berjuang hingga korbankan nyawa.

Usia milenial dan Gen-Z, harus mengisi dengan makna perjuangan pejuang, sebab faktanya tidak pernah ikut berjuang angkat senjata atau bambu runcing.

Bendera Pusaka tiba 10 Agustus di Balikpapan

Kita harus flashback. Merenungkan perjuangan pahlawan terdahulu. Mereka rela mati demi mengibarkan bendera merah putih. Mengapa pengorbanan mereka tak ‘dibayar’ sebanding. Seolah tak membekas di kalangan anak muda justru merata  ada orang dewasa juga demikian.

Jika kita ingat dulu, kota dan warganya sibuk. Bendera merah putih menghiasi halaman rumah, kendaraan roda empat bahkan roda dua. Seolah kotanya ada kenduri. Sejauh mata memandang, merah putih berkibar terang.

Saya sudah memasang bendera merah putih di halaman rumah. Karena, ketua RT saya memerintahkan. Ia mengingatkan adanya edaran Walikota Nomor 003.1/353/Pem tentang penyampaian tema, logo, panduan identitas visual  dan partisipasi menyemarakkan peringatan HUT ke-79 RI Tahun 2024.

Dalam edaran itu  Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME meminta masyarakat mengibarkan bendera secara serentak di lingkungan masing-masing mulai tanggal 1-31 Agustus 2024. Dan pada 17 Agustus 2024 pukul 11.17-11.20 Wita (selama 3 menit) segenap masyarakat menghentikan aktivitasnya sejenak dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di Balikpapan, kecuali yang potensinya membahayakan jika dihentikan.

Dan, Mensesneg Pratikno pun meminta agar masyarakat seluruh Indonesia mempercantik lingkungannya baik itu perkantoran, halaman rumah dengan ornamen HUT RI baik umbul-umbul maupun bendera merah putih.

BELUM RAMAI

Media ini keliling kota pagi pukul 06.00 Wita di jalan-jalan utama Balikpapan seperti Ahmad Yani dan Sudirman masih terlihat pemandangan ‘gersang’ karena bendera merah putih belum ramai dipasang.

Kalaupun terlihat seperti ramai, itu umbul-umbul dan bendera yang dipajang oleh pedagang bendera di sejumlah sudut kota. Tetapi, di perkantoran Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim tepatnya Terminal Batu Ampar justru pegawainya kerja bakti memasang umbul-umbul dan bendera merah putih.

Persiapan pasang umbul-umbul di BPTD Kaltim

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Batu Ampar Sulis Setyawan S Kom atas perintah Kepala BPTD Kaltim Dr Muiz Thohir ST MT sudah memerintahkan stafnya untuk memasang bendera. Tiangnya pun disiapkan untuk dipasang di sepanjang tepi jalan.

Memang, bendera dan umbul-umbul itu harusnya sudah ramai. Karena, Indonesia sedang ada ‘hajatan nasional’ bukan justru ‘hujatan nasional’, sudah tak pasang bendera nyinyir dan lainnya. Di mana rasa nasionalisme itu.

Terus siapa yang disalahkan? Kalau enggan pasang bendera seperti Agustusan tahun lampau. Tentu, tak dapat disangkal  kalau ini semua lantaran arus globalisasi.

Malahan, ada obrolan yang media ini rekam ungkapannya begini: “Sudah zaman now, bukan zaman ndeso, modern sudah Indonesia, eranya digital dan smartphone, jadi memasang bendera saja di handphone (HP), share sudah cukup.

Wujudkan rasa nasionalisme

Secara teknologi itu benar. Lebih kreatif di sosmed, tak salah, hanya ini bicara masalah rasa nasionalisme, kok sepertinya nasionalisme itu sudah luntur?

Sebab, menurut penulis, bendera merah putih itu bukan sekadar gambar visual yang terlihat dalam foto. Tapi itu amanat konstitusi yang di Pasal 35 UUD 1945 disebut dengan beragam yakni: Bendera Merah Putih, Sang Dwiwarna atau Sangsaka Merah Putih.

Jadi, fisiknya ada. Makanya, saat upacara ada pasukan pengibar bendera (paskibra), itu di daerah karena yang dikibarkan bukan bendera pusaka. Kalau bendera pusaka hanya satu dikibarkan nanti  saat upacara 17 Agustus 2024 di Istana Garuda (sebutan istana baru di IKN) yang namanya pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka). Sehingga, bukan gambar di ponsel tapi fisik bendera yang dibawa dara-dara cantik beprestasi dari hasil seleksi.

Tahun ini, tema logo HUT ke-79 RI adalah Nusantara Baru, Indonesia Maju. Ayo, asah rasa nasionalisme kita, tinggal beberapa hari lagi 17 Agustus 2024

Coba kita ingat peristiwa heroik yang sangat original dan fakta, bukan sekadar gambar foto di smartphone. Aksi spontanitas Yohanes Andigala (17), bocah NTT yang viral. Ia naik tiang bendera setinggi kira-kira 20 meter untuk menyelamatkan merah putih, karena saat HUT ke-73 RI, bendera yang akan dikibarkan talinya putus.

Aksi Yohanes muncul karena rasa nasionalisme dan secara alamiah. Aksinya mendapat simpatik karena bukan direkayasa. Itu aksi otentik bukan kosmetik dan ia bukan ingin pencitraan.

Itu watak nasionalisme sejati bukan dibuat-buat, difoto dan divideokan lalu di-share di medsos. Bukan hanya gambar foto merah putih visual tak bergerak dan tak punya arti gerakan nasiolisme dari hati.

Aksi heroik lainnya, sejarah pernah mencatat perjuangan arek-arek Suroboyo yang marah dengan Belanda karena dianggap telah menghina kedaulatan Indonesia memasang bendera merah, putih, biru. Sosok pemuda Suroboyo itu naik dan melakukan perobekan bendera warna biru sehingga hanya merah putih yang dikenal dengan Peristiwa Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit), di Jalan Tunjungan Surabaya.

Merah putih dipasang di Terminal Batu Ampar

Kalau mereka masih hidup sekarang, ungkapan kemarahan itu mungkin bisa direfleksikan  dalam ungkapan emosi gaya Suroboyoan. Meski ucapan itu belum tentu benar begitu.

Tapi penulis mengira-ngira waktu itu mereka marah begini: Kurang ajare  wong-wong Londo iku, wani tenan ngibarke gendero warnane abang putih biru. Lapo se golek perkoro. Arek Suroboyo ora wedi matek (Kurang ajar orang-orang Belanda itu, berani betul mengibarkan bendera warma merah putih biru. Kenapa sih cari masalah. Anak Surabaya tidak takut mati) ha ha.

Kalau Anda men-share bendera merah putih dan ucapan ultah RI lewat ponsel, penulis tidak menampiknya. Mungkin itu bagian merayakan ‘kemerdekaan’ yang Anda inginkan. Tapi, itu istilahnya Merdeka Semu. Beda dengan Merdeka Original, kalau Anda memasang bendera merah putih, umbul-umbul di depan rumah atau perkantoran.

Ayo, bangkitkan rasa nasionalisme kalian. Tapi, jangan sampai salah dalam menulis kalimat begini: DIRGAHAYU RI KE-79. Kalimat ini secara bahasa salah. Karena artinya bisa ada 79 negara Republik Indonesia. Padahal Republik Indonesia hanya ada satu. Yang benar: Selamat Ulang Tahun Ke-79 Republik Indonesia atau sederhanakan saja Dirgahayu Republik Indonesia.

Ingat kata Presiden Soekarno: Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan  sejarah bangsanya sendiri. Memasang bendera merah putih, umbul-umbul sebagai wujud memeriahkan HUT RI, berarti mengingat sejarah. Selamat HUT ke-79 Republik Indonesia. Nusantara Baru, Indonesia Maju.**

*) Wk Ketua Media Online Indonesia Kaltim, Direktur Tintakaltim.Com

SendShareTweet

Related Posts

PTMB Ganti 32.500 Water Meter Pelanggan. Dirut: Gratis, Demi Akurasi Pengukuran Air
Kanal

PTMB Ganti 32.500 Water Meter Pelanggan. Dirut: Gratis, Demi Akurasi Pengukuran Air

March 15, 2026
PTMB Salurkan Tandon dan Air Tangki untuk Warga Rapak. Dirut: Kita Maksimal, Turun ke Lapangan
Kanal

PTMB Salurkan Tandon dan Air Tangki untuk Warga Rapak. Dirut: Kita Maksimal, Turun ke Lapangan

March 15, 2026
Kemenhub Buka Posko, Awasi 143 Juta Pemudik. BPTD Kaltim, Poskonya Dibuka hingga 30 Maret 2026
Kanal

Kemenhub Buka Posko, Awasi 143 Juta Pemudik. BPTD Kaltim, Poskonya Dibuka hingga 30 Maret 2026

March 15, 2026
April atau Mei 2026 Bacitra Layani BC. Renhard Cek Lokasi Pick Up-Drop Zone di Pelataran Plaza
Kanal

April atau Mei 2026 Bacitra Layani BC. Renhard Cek Lokasi Pick Up-Drop Zone di Pelataran Plaza

March 14, 2026
Idul Fitri, Ternyata Bayar Rp16 Ribu ke Tol IKN. Nataru Gratis, Justru Lebaran 2026 Berbayar
Kanal

Idul Fitri, Ternyata Bayar Rp16 Ribu ke Tol IKN. Nataru Gratis, Justru Lebaran 2026 Berbayar

March 14, 2026
Mudik, Titip Kendaraan Bisa di Polsek-Polres. Dirlantas: Tak Ada Tilang, Ngantuk Awas Microsleep
Kanal

Mudik, Titip Kendaraan Bisa di Polsek-Polres. Dirlantas: Tak Ada Tilang, Ngantuk Awas Microsleep

March 14, 2026
Next Post
Ratusan Jamaah Hadir di Pengajian Ar-Ruwaidah Wa Jamiah. Hj Nurlena: Terus Bangun Rumah Tangga Bahagia

Ratusan Jamaah Hadir di Pengajian Ar-Ruwaidah Wa Jamiah. Hj Nurlena: Terus Bangun Rumah Tangga Bahagia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

Posisi Level Waduk Manggar 6,91 Meter. Suryo: Level Normal 10,30 Meter, Semoga Hujan Terus Turun di Waduk

Posisi Level Waduk Manggar 6,91 Meter. Suryo: Level Normal 10,30 Meter, Semoga Hujan Terus Turun di Waduk

December 27, 2023
H Haris Kritik Pola Bagi Sembako ‘Bergerombol’. Dilaporkan Walikota, Ada Kesan  Ketua RT Ditinggal

H Haris Kritik Pola Bagi Sembako ‘Bergerombol’. Dilaporkan Walikota, Ada Kesan Ketua RT Ditinggal

May 10, 2020
Ultah Ke-56 Partai Golkar: Momentum Pilkada Menang, Kekuatan Kader untuk ‘Perang’ di Lapangan

Ultah Ke-56 Partai Golkar: Momentum Pilkada Menang, Kekuatan Kader untuk ‘Perang’ di Lapangan

October 21, 2020
Ketua Dekranasda: Ekraf Harus Gerak Cepat. Pentahelix  Unsur ‘ABCGM’ Wajib Bersatu dan Solid

Ketua Dekranasda: Ekraf Harus Gerak Cepat. Pentahelix Unsur ‘ABCGM’ Wajib Bersatu dan Solid

November 9, 2021
Hamdam: Warga PPU Sangat Setia Pancasila

Hamdam: Warga PPU Sangat Setia Pancasila

October 29, 2020
Koalisi PDIP-Partai Golkar Tinggal Tunggu DPP. Pasangan RM, Diputuskan Rapat Finalisasi Pusat

Koalisi PDIP-Partai Golkar Tinggal Tunggu DPP. Pasangan RM, Diputuskan Rapat Finalisasi Pusat

February 7, 2020
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines