TINTAKALTIM.COM-Peringatan Idul Adha di Kompleks BTN Gn IV Kelurahan Margomulyo, warganya menyembelih 10 hewan kurban yang dipercayakan Panitia Idul Kurban Masjid Asy-Syifa pada Sabtu (7/6/2025)
Panitia sepakat, penyembelihan tak Jumat (6/6/2025) karena bertepatan hari Jumat yang waktunya singkat karena adanya aktivitas salat Jumat.

“Kita sepakat usulan panitia. Harapannya, proses penyembelihan berjalan lancar, cuaca baik dan dijalankan amanah,” kata Ketua Panitia Idul Kurban Masjid Asy-Syifa H Nur Ali MBA menjelaskan kaitan kurban di kompleks BTN
Sifat kerja sinergi dilakukan. Sejak jauh hari panitia sudah membentuk group WhatsApp (WA) untuk koordinasi. Sehingga, persiapan menuju pelaksanaan bisa lancar. “Terimakasih panitia. Kita akan matangkan pada rapat koordinasi teknis (rakornis) Minggu (1/6/2025) malam. Sehingga, hal teknis bisa dimusyawarahkan,” jelas Nur Ali yang tata kerja administrasi dan lainnya di-backup sekretaris Rudy Rahmadi dan tim.

Persiapan kurban warga BTN itu, diawali survei dan pemilihan hewan kurban yang dipimpin Agus Jauhari setelah ada kepastian shohibul qurban yang per kelompok 7 orang secara patungan dan individu
“Kita jauh-jauh hari survei. Melihat kualitas kurban dan sertifikat hewan kurban serta bobot. Ada harga Rp21 juta sampai Rp22 juta. Prinsipnya, sapi sudah siap tinggal diantar ke BTN saja,” ujar Agus Jauhari yang mempersiapkan meja potong kurban untuk pemotongan agar teratur, rapi dan mekanismenya berjalan tertib bersama Rudy

Panitia kata Rudy, menyiapkan 3 meja potong. Satu meja bisa diisi 6 petugas pemotongan sehingga totalnya 18 orang. Dan pada pelaksanaan nanti lokasi pemotongan di atas meja pada lokasi tertentu dan tak ada lagi lesehan
“Secara teknis nanti dijelaskan dalam rakornis. Diharapkan panitia datang. Termasuk juga nanti panitia menggunakan seragam dan tanda pengenal (badge),” jelas Rudy Rahmadi
SEEKOR SAPI
Dari data 10 ekor hewan kurban (sapi), 3 keluarga masing-masing menyumbang seekor sapi. Mereka adalah keluarga H Jamaluddin, H Herlambang dan Keluarga Rukayah. “Ada kelompok ke-11 tetapi belum mencukupi 7 orang, semoga sampai pelaksanaan nanti bisa terpenuhi,” jelas Rudy.

Panitia dan warga sejak Minggu (1/6/2025) sudah mempersiapkan alat perebah sapi dari besi atau restraining box atau alat penjepit sapi. Alat ini untuk merebahkan sapi selama proses penyembelihan.

Alat ini dibuat H Supono, warga BTN yang mendesain alat itu dan dapat digunakan secara portable didukung roda untuk kemudahan perpindahan hewan kurban.
“Besinya berkualitas dan kokoh serta tahan lama. Kami juga pernah memberikan sosialisasi kaitan perebah sapi ini di Masjid Namirah dan sejumlah masjid,” kata Supomo.
PRIVILEGE SHOHIBUL
Sementara itu pada pelaksanaan nanti, panitia juga menyiapkan tenda untuk pengkurban (shohibul kurban). Tenda direncanakan dipasang depan masjid mengarah ke lapangan. Nanti, shohibul bisa menempati kursi di tenda itu

Panitia memberi ‘hak istimewa’ atau penghormatan (privilege) kepada shohibul kurban. “Kita ingin pelaksanaan kurban dari tahun ke tahun lebih baik. Nanti juga ada pembukaan dan doa sebelum acara,” kata Nur Ali dibenarkan Rudy Rahmadi dan panitia lainnya Dedy, Ali Umri, Agus Jauhari dan lainnya.

Diharapkan, proses pemotongan hewan kurban bisa lebih cepat dengan dua penjagal H Gatot dan H Samud. Dibantu petugas lainnya. “Kita buat kupon sekitar 400 kupon dan skala prioritas warga BTN RT 38 dan RT 39. Setelah itu baru warga lainnya jika kondisi daging memungkinkan,” kata Rudy yang berharap panitia bisa sinergi dan membuat proses penyembelihan berjalan lancar, Ikhlas dan amanah. (gt)













