FKS Suluh Desa Sehat PPU

PENYULUHAN: Kota Sehat di Kabupaten PPU harus terus digiatkan lewat penyuluhan

SHARE INFO INI KE TEMAN

TINTAKALTIM.PENAJAM–Meraih Penghargaan Swasti Saba 2021, jadi target Forum Kabupaten Sehat (FKS) Penajam Paser Utara (PPU). Itu ditunjukan dengan intensnya mereka melakukan sosialisasi program untuk selalu menjaga kebersihan. Demi mewujudkan Kabupaten Sehat, tentunya perlu dukungan semua pihak. Selain upaya pemerintah, kesadaran masyarakat juga ikut berperan.

Ketua FKS PPU Risna Rais Abdul Gafur melalui Sekretarisnya Evi Biola Violeta menerangkan, sosialisasi melibatkan  Kelompok Kerja (Pokja) Sehat, seluruh rukun tetangga (RT), Forkom Waru, serta perangkat desa se-Sesulu. Agenda pun dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. “Karena pandemi, sosialisasi di Desa Sesulu, Kecamatan Waru dilakukan secara terbatas, hanya untuk 30 peserta,” kata Evi Biola Violeta.

Untuk menciptakan Kecamatan, Kelurahan dan Desa sehat, jelasnya, masyarakat harus mengurangi produksi sampah melalui pemilahan dan pengolahan sampah. Salah satunya bisa melalui Program Bank Sampah, dengan menampung sampah-sampah kering. Sedangkan untuk sampah basah bisa diolah di rumah tangga menjadi kompos dengan cara yang sederhana.

Pembeerian cinderamata kepada pembicara

“Dengan tindakan yang demikian masyarakat sudah memperjuangkan lingkungan. Salah satu peluang untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat ditengah masyarakat dengan memberdayakan sampah,  hendaknya dapat ditindak lanjuti oleh pokja disetiap kecamatan, kelurahan hingga desa,” katanya.

Lanjut Evi, program-program di lingkungan kesehatan dan sektor lainnya menjelaskan aspek lingkungan fisik, sosial dan budaya, termasuk perilaku serta upaya kesehatan bahkan hingga pelayanan kesehatan yang dapat dilakukan, untuk mewujudkan Kabupaten/ Kota yang sehat.

 Pada umumnya masyarakat menyatakan kebutuhan mereka dalam wujud peningkatan sumber ekonomi, pemenuhan sarana, prasarana lingkungan, baik secara fisik maupun sosial. Kebutuhan masyarakat dalam bentuk perlunya pelayanan sosial dan kesehatan, maupun prioritas sektor lainnya yang direncanakan merupakan kebutuhan berikutnya. “Saya mengharapkan pokja mulai mengadministrasikan kegiatan dan menindaklanjuti rencana aksi terutama meminimalkan ODF (buang air besar sembarangan).  Serta bisa bersinergi dengan ormas, lembaga dan lainya yang sudah ada,” tutupnya.(diskominfoppu/rif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *