TINTAKALTIM.COM-Tim sekretariat pemilihan Warga Berprestasi dan Pelopor 2026 yang diketuai Neny Dwi Winahyu, sudah melakukan verifikasi data calon baik persyaratan umum dan administrasi. Dan, kualifikasinya bisa ditetapkan Berkas Tidak Lengkap (BTL) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS)
“Kalau BTL, tentu panitia menghubungi pengusulnya yang datanya sudah didaftarkan ke panitia. Biasanya kaitan sertifikat yang secara fisik untuk warga berprestasi. Kan tidak bisa sekadar foto saja,” kata Sekretaris HUT ke-129 Kota Balikpapan Fachrul Razji menjelaskan verifikasi administrasi dan faktual di sekretaris Bagian Kerjasama & Perkotaan Pemkot Balikpapan itu, Selasa (16/12/2025)

Tim sekretariat yang bekerja untuk pendataan Warga Berprestasi dan Pelopor 2026 itu terdiri dari Ahmad Zakkie, Arizal Prima Novendy, Lena Nuraini, Smart Agenestasia Silaban, bintang Ridlotul Abidah Al Islami dan Ria Rahmadanita telah bekerja untuk mengidentifiasi data-data yang masuk.

Kerja itu dimonitor Sekretaris Tim Panitia Seleksi (pansel) Fachrul Razji di ruang rapat sekretariat dan di komputer bagian pendataan. Terhitung pada Selasa (16/12/2025) pendaftar yang sudah terverifikasi ada 23 peserta dan akan terus bertambah. Hanya, beberapa peserta ada yang Berkas Tidak Lengkap (BTL), sehingga tim harus menghubungi untuk melengkapi data-data itu.

“Nah jika masuk dalam kategori TMS, maka tidak akan dikonfirmasi atau dihubungi. Contohnya, bukan warga Balikpapan tapi didaftarkan. Itu otomatis didiskualifikasi,” jelas Fachrul Razji.
Dari verifikasi itu, tim sekretariat banyak menemui BTL, sehingga harus dihubungi. Sementara, peserta yang lain belum ada yang masuk TMS.
“Ada yang membuat usulan, mengisi formulir pendaftaran dan identitas dengan jelas, tetapi sertifikat tidak dilampirkan. Padahal, itu syarat mutlak yang nanti dinilai tim pansel,” kata Ahmad Zakkie Arizal

Menurut Arizal, untuk calon warga pelopor rata-rata telah mengurai atau membuat narasi penjelasan kepeloporannya. Karena, itu penting untuk nanti dilihat bagaimana dampak kegiatannya secara individu dan kriteria lainnya.
“Kita hanya membantu verifikasi saja. Penilaian seutuhnya diseerahkan tim pansel. Setelah verifikasi administrasi dan faktual lengkap, akan masuk penilaian per individu pendaftar baik warga berprestasi maupun pelopor,” jelas Arizal
Untuk tahun ini kata Fachrul Radzji yang dipilih 20 pemenang. Belum dirinci berapa untuk warga berprestasi dan pelopor. Jika nanti pendaftar banyak seperti tahun 2024 yang lebih 100 pendaftar, maka akan dilakukan ranking dan pembobotan nilai sesuai prestasi dan dampak yang dihasilkan di masyarakat.
“Misalnya prestasinya sampai luar negeri dan dibuktikan dengan sertifikat dan pelaksananya lembaga kompeten, tentu pertimbangan tim pansel akan berbeda,” ungkap Fachrul Razji yang menambahkan, pendaftaran masih dibuka hingga 31 Desember 2025 pukul 24.00 Wita. (gt)












