TINTAKALTIM.COM-Direktorat Lalu-Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim memberi apresiasi atas antisipasi maksimal Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk Angkutan Lebaran (Angleb) 2024 lewat kerja-kerja di lapangan yang dilakukan institusi di bawah Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub ini.
“Apa yang dilakukan BPTD Kaltim sangat terukur. Mereka telah melakukan rampcheck dari transporasi darat khususnya bus-bus yang ada di sejumlah terminal baik di Balikpapan dan Samarinda serta kapal-kapal sungai dan danau,” kata Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kaltim AKBP Windia SH MH saat melakukan pengawasan dan rampcheck bus di Terminal Batu Ampar, Sabtu (6/04/2023)

Windia hadir di acara itu mewakili Dirlantas Polda Kaltim Kombes Rifki yang berhalangan hadir. Termasuk jajaran Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) yang dipimpin Kompol Risnoto dan Dishub Balikpapan.
“Kami melakukan rampcheck secara acak di Terminal Batu Ampar. Ini wujud kepedulian Ditlantas terkait dengan kegiatan Operasi Ketupat 2024 yang telah di-launching Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto di Terminal Batu Ampar, Sabtu (6/04/2024)

Windia juga sempat meninjau pengecekan kesehatan gratis Jasa Raharja di ruang tunggu terminal. Dan berdikusi dengan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim Dr Muiz Thohir ST MT, Pengawas Terminal Batu Ampar Sulis Setyawan S Kom, Pengawas Jembatan Timbang Kabupaten Paser Sholeh dan tim posko.
Windia mendapat gambaran kerja dari Muiz Thohir termasuk juga bagaimana persiapan BPTD Kaltim dalam mempersiapkan angkutan lebaran (angleb) 2024. Termasuk melakukan antisipasi penumpang di sejumlah terminal dan menyiapkan posko.

Menurut Windia, kerja sinergi yang dilakukan sejumlah pihak dalam mendukung keamanan dan keselamatan penumpang Lebaran 2024 sangatlah menjadi perhatian pula Polda Kaltim.
“Semua pihak di sektor perhubungan memang harus terlibat. Karena, ada keinginan Pak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar kecelakaan lalu-lintas itu di tahun 2024 harus menurun,” kata Windia.
PERSUASIF
Windia juga sempat berdiskusi dengan jajaran Dishub Kota Balikpapan khususnya koordinator angkutan kota (angkot) yang space parkirnya bersebelahan dengan kantor BPTD Kaltim.
“Kami ingin angkot-angkot itu dokumennya lengkap. Karena, kalau tidak ini berbahaya bisa menyumbang faktor kecelakaan. Misalnya kir mati dan lainnya sehingga kondisi angkot itu tak layan operasional,” kata Windia menyampaikan pesan itu kepada koordinator angkot Terminal Batu Ampar

Windia mendesak agar seluruh angkot dokumen dan kelengkapan administrasinya tidak melanggar. Termasuk kondisi angkot. “Ini upaya persuasif lho. Tidak ada tilang. Jika nanti mereka beroperasi dan ada razia bisa terkena razia,” kata Windia
Pihak Dishub Balikpapan menyebutkan bahwa upaya sosialisasi ke sejumlah pemilik angkot sudah dilakukan. Hanya, terkadang terkendala karena finansial. “Arahan Ditlantas tetap kita perhatikan. Karena ini demi keselamatan,” kata Yuda Prayogo menjawab saran Windia.

Selain kegiatan rampcheck, pada kegiatan itu dilakukan tes urine untuk sopir angkot termasuk bus dan pemilik kendaraan jurusan Sepaku-Semoi. Terlihat Ketua Persatuan Sopir dan Kernet (Personet) jurusan Sepaku-Semoi Zainal pun ikut tes urine.
Tes urine yang dilakukan BNNK Balikpapan itu berjalan maksimal. Hanya, sejumlah sopir ada yang enggan untuk tes urine karena khawatir ada pemeriksaan secara lengkap kendaraan. “Ya mereka takut karena kendaraannya dokumen tak lengkap,” ujar sejumlah pihak di Terminal Batu Ampar.

Menurut Kompol Risnoto, tes urine sebagai wujud antisipasi terhadap kejadian kecelakaan di masa Lebaran 2024. Karena, ini belajar dari pengalaman di tahun 2022 lalu. Ada kecelakaan yang sangat fatal dan mengakibatkan korban meninggal dunia (MD).
“Setelah diperiksa ternyata sang sopir mengkonsumsi obat terlarang jenis sabu-sabu atau mengandung zat methamfetamin yang masuk dalam narkotika golongan I,” kata Risnoto
Kepedulian BNNK kata Risnoto, tentu juga sebagai upaya mendukung keselamatan di bidang transportasi. Apalagi tahun ini ada tagline dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan Mudik Ceria dan Penuh Makna. “Jangan sampai terjadi kecelakaan gara-gara sang sopir mengkonsumsi narkoba. Nanti tidak ceria dan maknanya akan berbeda,” ujar Risnoto (gt)












