TINTAKALTIM.COM-Bulan Ramadan jangan disia-siakan. Banyak yang ingin berjumpa bulan penuh berkah itu, tapi umurnya tak panjang dan harus meninggal duluan. Makanya, untuk memanfaatkan Ramadan, mulai sekarang buat daftar (list) doa. Minta kepada Allah, karena janji Allah itu pasti mengijabah (mengabulkan) doa mahluk yang memintanya.

Itulah pesan yang disampaikan Ustaz Muhammad Nurussobah saat memberikan tausyiah pada acara Buka Bersama jajaran keluarga besar Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim dengan tema Merajut Ukhuwah, Meraih Berkah di Gedung Terminal Tipe A Batu Ampar, Kamis (21/04/2023).
Acara itu dibuka Kepala BPTD Kaltim Dr Muiz Thohir ST MT yang hadir bersama istri. Juga tampak Kepala Seksi Bagian Tata Usaha (TU) Sudarmaji SAP MM, Kepala Seksi Sarana Wisnu Herlambang, Kepala Seksi Lalu-Lintas Bagus Panuntun, Pengawas Terminal Batu Ampar Sulis Setyawan S Kom, Pengawas Terminal Samarinda Seberang Heriansyah, dan pegawai di lingkup gedung utama BPTD Kaltim dan satuan pelayanan.

Menurut Nurussobah, jangan biarkan Ramadan berlalu. Doa itu sangat penting. Karena, Allah sudah memberi garansi atas doa. Dan doa itu harapan karena manusia itu lemah. “Wa qala rabbukumu duni astajib lakum (berdoalah kepada Ku, niscaya akan Aku kabulkan doa itu),” kata Nurussobah mengutip ayat Alquran Surah Ghafir ayat ke-60.
Nurussobah mencontohkan. Misalnya, list atau daftar doa itu ada 10. Diminta setiap hari selama Ramadan kepada Allah. “Saya sudah membuktikannya. Intinya yakin kepada Allah bahwa doa itu pasti dikabulkan. Kalau tidak 100 persen, Insya Allah 50 persen dikabulkan,” kata Nurussobah.
KEJAR BERKAH
Di bagian tausyiah menjelang buka puasa itu, Nurussobah mengingatkan bahwa manusia itu harus fokus mengejar keberkahan. Jadikan berkah itu imam sementara makmumnya adalah kebahagiaan.

Dia menyebutkan, silakan manusia mengejar gaji besar jika peawai, mengumpulkan kendaraan, cari cowok yang ganteng, kaya dan juga rumah bagus. Itu sangat manusiawi.
Tapi, jangan lupa fokus mendapatkan berkahnya. Sedikit atau banyak tak masalah. Sebab, berkah itu anugerah dan sangat disenangi Allah dan efeknya adalah menambah ketaqwaan

“Jadi kalau hartanya berkah. Sedikit pun tak masalah. Apalagi banyak. Karena, itu menambah rasa syukur dan cukup dengan rezeki yang diperoleh,” kata Nurussobah.
Dalam tausyiah itu, Nurussobash juga menceritakan pengalamannya ketika berada di Singapura. Ia bertemu muslim asal Malaysia. Orang Malaysia itu punya 5 rumah tetapi hanya tidur di mobilnya.

Bisa jadi kata Nurussobah, hartanya tak berkah. Atau, dia tidak tenang karena takut dengan istrinya. Membayangkan istri saja sudah serem.
“Itu artinya contoh harta tidak berkah. Sebab, hartanya tidak bermanfaat dan lupa untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan rumahnya bukan seperti yang dikehendaki Rasulullah yakni rumahku adalah surgaku (baiti jannati),” urai Nurussobah.
TAK SENDIRI
Dalam tausyiahnya sekitar 25 menit, Nurussobah juga menyinggung pentingnya manusia itu tidak hidup sendiri alias jomblo. Sebab, Allah itu menciptakan manusia berpasang-pasangan.

Bahkan, pendamping hidup baik suami atau istri itu juga diisyaratkan Allah dalam Alquran yang dicerminkan lewat hidup berpasangan-pasangan Adam dan Hawa.
“Awalnya manusia itu diciptakan seorang diri dan dari padanya Allah menciptakan istrinya dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak,” kata Nurussobah yang menegaskan ayat berbunyi wa khalaqa minha zaujaha atau menciptakan istri (Hawa) dalam surat An-Nisa ayat 1 bagi laki-laki dan Adam bagi perempuan adalah mutlak.

Jika ada pasangan hidup kata Nurussobah, itu bisa diciptakan suasana dan hubungan romantis. Ibarat naik roller coaster. Seperti terbang tetapi tetap merasa happy. Justru, jika sendiri bisa galau dan takut.
“Saya seperti memberi hikmah perkawinan ya di hadapan keluarga besar BPTD Kaltim. Tak masalah toh. Ini semua pesan moral dan semoga berguna. Lagian jamaah ada yang jomblo,” senyum Nurussobah.
Pasangan hidup itu kata Nurussobah, bisa dijadikan sarana untuk diskusi. Kalau misalnya, rumah tangga ada masalah sangat complicated, itu dapat diselesaikan duduk bersama sambil ngobrol. Cari solusi dan suasananya adem hati dengan menggunakan ‘bahasa cinta’.

“Yang namanya asyik itu tidak sendiri. Makanya, yang jomblo segera menikah. Karena, manusia itu tak boleh sendiri terus,” ujar Nurussobah disambut senyum para pegawai yang masih jomblo.
Kuncinya untuk tidak sendiri kata Nurussobah, tak perlu untuk membuat pertimbangan yang sangat detail. Ikhtiar maksimal dilakukan. Misalnya, mencari dan memilih yang ganteng atau cantik. Hidungnya mancung. Kok nyulitkan diri dan nggak tawakal ya.
“Nah ini masalah kenapa nggak segera dapat jodoh. Makanya, jika sudah mantap dengan pilihannya, anggap dia paling ganteng dan cantik. Itu kan menurut penilaian kita. Orang lain tak boleh menilai. Kendati memang jelek. Dan yang penting taat beribadahh,” kelakar Nurussobah memberi motivasi jomblo.
MEMILIH YANG SUKAR
Tausyiah Nurussobah mendekati waktu berbuka makin asyik. Ia banyak memberikan referensi ilmu untuk keluarga besar BPTD Kaltim dalam kehidupan. Misalnya, kaitan menjalani hidup di dunia tapi usahanya harus memilih jalan yang sukar. Itu perintah Allah.
“Manusia itu sebenarnya telah ditunjukkan Allah dengan dua jalan. Wa hadainahun najdain atau Allah sudah menunjukkan dua jalan (kebaikan dan kejahatan),” kata Nurussobah mengutip Surah Al-Balad ayat 10.

Lalu, Nurussobah melanjutkan di ayat 11 yakni falaq tahamai aqabah atau tetapi tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar. Maknanya, manusia tidak menempuh jalan kebaikan yang dikaitkan jalan yang sukar.
“Jalan yang sukar itu menanjak. Itu perumpamaan hanya orang yang sabar bisa menaikinya. Kalau jalan mudah itu menurun. Makanya maksiat itu mudah dilakukan. Kalau kebaikan sangat sulit,” contoh Ustaz Nurussobah yang meminta keluarga besar BPTD Kaltim untuk terus meningkatkan dan berbuat baik di dunia.
Dalam acara buka bersama itu, dirangkai pula pemberian santunan kepada anak panti asuhan pimpinan Ummi Zahro Putra oleh Kepala BPTD Kaltim Dr Muiz Thohir ST MT, Ustaz Nurussobah, Sudarmaji dan lainnya. Kegiatan buka bersama juga dirangkai dengan salat magrib berjamaah dan makan malam. (gt)













