BPTD Kaji Tiket Elektronik di Penyeberangan Kariangau

SYUKUR: Sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan, Felix juga memotong tumpeng pada acara ultah ke-2 BPTD Wilayah XVII Kaltim-Kaltara

SHARE INFO INI KE TEMAN

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim-Kaltara terus berbenah dan meningkatkan pelayanan. Salah satu kerja peningkatan itu, saat ini sedang dikaji untuk penerapan sistem tiket elektronik non tunai (cashless ticketing system). Langkah penerapan sistem online itu, juga bagian mendukung program pemerintah dalam gerakan nasional non-tunai.

“Sistem non-tunai itu baik. Wujud transparansi dan akuntabilitas publik. Sehingga, tidak terjadi kebocoran. Di sisi lain, melindungi pegawai agar terhindar dari perbuatan negatif,” kata Kepala BPTD Wilayah XVII Kaltim-Kaltara Felix Iryantomo kepada tintakaltim.com usai menggelar upacara dalam rangkaian ulang tahun ke-2 BPTD, Senin (22/7).

Dalam kegiatan ultah itu, dilaksanakan pula apel pagi yang terdiri dari gabungan seluruh pegawai di lingkungan BPTD Wilayah XVII Kaltim-Kaltara. Kegiatannya, ada penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat untuk 18 orang pegawai. “Kami ucapkan selamat kepada pegawai yang naik pangkat. Semoga SK itu dapat dipergunakan sebaik-baiknya dan bekerja amanah. Karena, tugas BPTD cakupannya sangat luas dari Kaltim sampai Kaltara,” ujar Felix.

Menurut Felix, pelayanan prima sangat penting bagi BPTD yang merupakan ‘kepanjangan tangan’ Kemenhub di wilayah Kaltim-Kaltara. Sehingga, itu sudah menjadi standar operating procedure (SOP) seluruh pegawai harus bekerja maksimal melayani masyarakat. “Jangan sampai bersikap kurang baik. Sebab, sejatinya kita semua adalah pelayan,” ungkapnya.

Felix juga melakukan langkah-langkah evaluasi internal khususnya di kantor induk maupun di masing-masing satuan pelayanan yang meliputi Terminal Tipe A (TTA) Samarinda Seberang, Pelabuhan Penyeberangan Kariangau dan Satpel Perhubungan Penyeberangan Tarakan. “Kerja yang baik dan sesuai regulasi. Kuncinya melayani dengan ramah. Terkadang bekerja baik saja tidak cukup tapi harus juga menerima apa kritikan masyarakat khususnya pengguna jasa transportasi,” pinta Felix yang dikenal figur pemimpin ramah ini.

Lebih lanjut kaitan program non-tunai menurut Felix, juga ingin mendukung program pemerintah. Kemenhub pun sangat siap untuk menciptakan kelompok masyarakat yang sadar akan gerakan non-tunai (cashless society). Tapi, memang proses penerapan hal baru tidak mudah. Perlu beberapa hal yang diperhatikan dalam menciptakan sebuah ekosistem baru dalam sistem pembayaran elektronik, khususnya infrastruktur. “Tapi dari kajian Kemenhub termasuk BPTD, kami siap untuk merealisasikan. Tinggal menunggu waktu saja,” jelasnya.

Bagi lingkungan BPTD, transaksi non-tunai memberikan dampak yang begitu besar. Salah satunya adalah sebagai sarana penting bagi terciptanya good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik dan memberikan pelayanan terbaik bagi pelaku moda transportasi di Kaltim-Kaltara. “Eranya kan sudah digital. Makanya, BPTD juga harus memperbaiki sistem layanan menggunakan digital. Apalagi sistem non-tunai juga meningkatkan tranparansi transaksi keuangan,” kata Felix.

Felix pun dalam apel kemarin, sempat pula menyinggung soal visi Indonesia dari Presiden Jokowi, bahwa Indonesia harus dibangun dengan APIK yang berarti Adaftif, Produktif, Inovatif dan Kompetitif. Di akhir acara, selain silaturahmi, Felix juga melakukan pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa. (tig)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *