TINTAKALTIM.COM-Keluarga besar H Muhammad Arsyad Cannu dan istri merayakan momen Idul Fitri 2025 tak ada di Indonesia. Ia merayakannya di Tanah Suci yang kegiatannya dirangkai dengan umrah.
“Sudah jadi nazar saya bersama keluarga untuk berlebaran di Tanah Suci. Jadi, mohon doa sekaligus umroh dan lanjut sampai Syawal mendatang,” kata Arsyad Cannu menjelaskan agenda dirinya pada Idul Fitri 2025 yang diprediksi jatuh pada tanggal 31 Maret 2025 mendatang.

Sebelum umroh dan berlebaran ke Tanah Suci, Arsyad dan istri tercinta Hj Citra Kusuma Dewi bertolak dari Jakarta ke Balikpapan. Ia menggelar buka bersama (bukber) dengan keluarga terdekat dan orang-orang khusus yang ia cintai.
“Saya ini 10 keluarga dan diriku paling bontot atau bungsu, sehingga harus menghargai kakak-kakak di Balikpapan. Kebetulan, Allah sudah memanggil kakak saya lainnya. Tetapi, silaturahmi harus terus terjaga,” jelas Arsyad Cannu yang bercerita sembari perjalanan menuju Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan ke Soekarno Hatta, Rabu (19/3).
Menurut Arsyad, pelaksanaan umroh Ramadan akan ‘menabrak’ jadwal Idul Fitri 2025. Sehingga, sekaligus berlebaran di Tanah Suci bersama keluarga

“Ingin saja berlebaran di Tanah Suci. Kendati katanya lebih meriah di Indonesia. Hanya, untuk introspeksi diri setelah puasa Ramadan sebulan kan asyik. Apalagi bersama keluarga,” ungkap Arsyad Cannu.
Saat di Balikpapan, Arsyad berkumpul dengan keluarganya. Melakukan buka bersama dan mengajak kakak, ponakan, dan seluruh keluarga besarnya.
“Wah ramai sekali. Silaturahmi ini kan supaya kita semua tidak terjadi ‘matinya obor’ atau terputusnya hubungan silaturahmi antara anggota keluarga besar,” urai Arsyad Cannu.
TAK ADA
Sementara itu kaitan open house yang biasa digelar saat Idul Fitri di kediamannya kawasan Vancover Balikpapan Baru, karena Arsyad bersama keluarga di Tanah Suci, maka yang di Balikpapan ditiadakan.
“Saya bersama keluarga besar menyampaikan mohon maaf lahir batin. Juga pada saat Idul Fitri tak membersamai para sahabat, handai tolan dan semuanya yang biasa digelar tiap tahun. Mohon maaf sekali lagi dan maaf lahir batin,” ungkap Arsyad.

Sebagai manusia biasa dan sering bergaul, dirinya atas nama pribadi dan keluarga juga mohon maaf lahir batin. Khususnya kepada seluruh jajaran LMP se-Indonesia dari mada, macab dan lainnya.
“Mohon dimaafkan jika ada kesalahan saya dan keluarga. Kita semua adalah keluarga besar yang selalu menjaga silaturahmi dan nilai-nilai persaudaraan (ukhuwah),” kata Arsyad Cannu menegaskan tak adanya open house itu. (gt)













