TINTAKALTIM.COM-Untuk mengamankan mudik dan aktivitas sebelum dan selama Idul Fitri 1443 H, Polda Kaltim termasuk Direktorat Lalu-Lintas (Ditlantas) melibatkan sekitar 5 ribu lebih personel yang didukung juga instansi terkait
“Kalau dari Polda Kaltim dan jajaran sekitar 1.800 personel, selebihnya instansi terkait berkisar 3 ribu lebih personel seperti TNI, Dishub, Satpol PP, Jasa Raharja dan lainnya,” kata Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Sonny Irawan yang presentasinya disampaikan Kasubdit Kamsel Ditlantas Kompol Nyoman saat rakor lintas sektor menghadapi Idul Fitri 1443 H di Hotel Jatra, (21/04/2022). Dirlantas berhalangan hadir karena di waktu yang sama ada acara dengan Kapolda Kaltim.
Menurut Dirlantas via Nyoman, dimulai dari perayaan malam Lebaran ploting personel melaksanakan pengaturan dan rekayasa lalu-lintas. “Kami juga akan menegur masyarakat yang menggunakan roda empat bak terbuka untuk memuat orang. Ini berbahaya,” kata Nyoman.

Menurut Nyoman, Dirlantas juga mengingatkan perayaan malam lebaran tak ada titik kumpul masyarakat dan akses menuju lokasi ditutup (alih arus). Intinya tak ada perayaan massal.
Untuk di jalur mudik, konsentrasi personel diarahkan pula melakukan pengaturan dan penjagaan rekayasa lalu-lintas. “Dan nanti juga disiapkan vaksinasi, swab PCR dan antigen. Ini komitmen Pak Kapolda Kaltim demi masyarakat,” ujar Nyoman.
62 POS DISIAPKAN
Sementara itu, untuk mendukung rencana pos pengamanan, pelayanan dan terpadu disiapkan total 62 posko yang terdiri dari 29 pos pengamanan, 17 pos pelayanan dan 16 pos terpadu. “Semua tersebar di Kaltim dari Samarinda, Balikpapan, Berau, Bontang dan lainnya. Ini juga mendukung operasi Ketupat Mahakam 2022,” kata Nyoman.

Disebutkan, Ditlantas melakukan monitoring di semua lini seperti lokasi ibadah, jalur distribusi logistik, lokasi bencana alam dan lainnya. “Kita sepakat Lebaran 2022 ini nihil kecelakaan (zero accident) seperti sektor lain yang sudah mendukung,” kata Nyoman.
SELAMAT DI JALAN
Nyoman juga mengingatkan, pesan Dirlantas agar seluruh masyarakat yang melintas di jalur utama dan alternatif menggunakan kendaraan tetap menjaga keselamatan sehingga terhindar dari kecelakaan.
“Jika membawa kendaraan tak perlu menggunakan speed yang melebihi ketentuan. Terukur tapi selamat. Jika mengantuk hendaknya berhenti sesaat atau ganti driver. Jangan sampai mengalami microsleep (tertidur sesaat) yang akhirnya vatal terhadap kecelakaan lalu-lintas. Pak Dirlantas mewanti-wanti ini,” kata Nyoman. (gt)












