TINTAKALTIM.COM-Usai menggelar rapat kerja (raker), jajaran pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Balikpapan dipimpin ketuanya Joko Purwanto meninjau wana wisata Meranti Etam di kawasan kilometer 15 Karang Joang Balikpapan Utara.
Joko didampingi jajaran penentu kebijakan di antaranya Yudhi Saharuddin, Sony Dwijayanto SE, Drs H Suyadi, Magdalena Endang, Yogiana Mulyani, H Syahmal Ruhib. Juga badan pelaksana Syarifuddin SPd MM serta Ir Patman Parakasi, Lili Tan. Mereka datang sekaligus menghadiri launching wisata pohon meranti.

“Kita diundang untuk melihat destinasi baru. Ini harus didukung, karena keberadaan BPPD Balikpapan tugasnya ikut mengangkat citra pariwisata,” kata Joko.
Peresmian wisata Meranti yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Kabid Pariwisata H Abdul Madjid mewakili Walikota, juga dihadiri anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Puryadi, Camat Balikpapan Utara Mahendra Chandra, Lurah Karang Joang Maryana dan Ketua Pokdarwis Wana Wisata Meranti Sukardi.

Joko mengatakan, hasil raker badan promosi pariwisata harus diimplementasikan. Salah satunya seluruh destinasi dikunjungi sekaligus melakukan pemetaan serta ‘menjual’ ke pihak luar.
“Wisata buatan itu sangat banyak di Balikpapan. Ini harus juga dibantu promosinya oleh BPPD Balikpapan. Setidaknya travel agent bisa memasukkan dalam konten untuk wisatawan domestik dan mancanegara,” kata Joko.
Ditambahkannya, ke depan wisata buatan dan jenis pariwisata lain di Balikpapan seperti wisata religi, wisata belanja, kuliner termasuk wisata sejarah harus dipetakan.

“Tujuannya bagaimana BPPD Balikpapan mengaktualisasikan tagline Ayo ke Balikpapan kepada pihak luar. Sehingga, keberadaan wisata hutan mentari juga bisa jadi pilihan,” ujar Joko yang expert di bidang tourism ini.
Sejalan dengan Joko, anggota penentu kebijakan Yudi Saharuddin menyebutkan, bahwa BPPD Balikpapan pelan tapi pasti harus datang ke sejumlah destinasi wisata di Balikpapan. “Rasanya tak elok, kita mengenal wisata daerah luar tetapi ragam wisata di daerah sendiri belum sempat dilihat. Sehingga ini harus terus dijadwalkan,” ujar Yudhi yang memaparkan sejumlah program BPPD Balikpapan saat raker.
MENARIK PENGUNJUNG
Sementara itu Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE dalam sambutannya yang dibacakan Abdul Madjid menyampaikan bahwa pemkot menyambut baik dibukanya Wisata Meranti sebagai salah satu objek wisata di Kota Beriman.
“Saya minta harus dikelola dengan baik sehingga dapat menarik pengunjung sebanyak-banyaknya. Korelasinya tentu memberi kontribusi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata,” kata Walikota.
Ditambahkan Walikota, Balikpapan akan menjadi satu daerah yang banyak dikunjungi oleh tamu-tamu yang khusus berkunjung ke Ibu Kota Negara (IKN), sehingga bisa mampir ke sejumlah objek wisata Balikpapan termasuk wisata hutan Meranti.
BELUM TUNTAS
Sementara itu, dari informasi media ini, Wisata Meranti baru dituntaskan 30 persen. Tetapi, semangat kelompok sadar wisata (pokdarwis) akan merealisasikan 100 persen sambil menunggu dukungan anggaran.

“Saya memberanikan diri untuk launching, agar memacu semangat teman-teman juga ada pemasukan yang dapat dijadikan dana operasional. Semoga saja ada dukungan dana. Sebab, koordinasi sudah dilakukan ke Dinas DPOP,” ujar Ketua Pokdarwis Wana Meranti Etam Sukardi.
Harapan Sukardi, ke depan ada investor yang tertarik untuk ikut mengembangkan wisata hutan itu. “Makanya harapan kita ada dukungan dana pembangunan yang juga dari pemkot dan DPRD. Sejauh ini, tarif masuknya masih sukarela dan seikhlasnya. Tujuannya agar wisata bisa berjalan dan dapat dikenal masyarakat,” pungkas Sukardi. (gt)













