TINTAKALTIM.COM-Sekjen Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Ricky Achmad Soebagdja menegaskan, Bayan Open 2026 sebagai salahsatu indikator jembatan bagi atlet muda untuk mengembangkan kemampuan dan membuktikan diri di kancah nasional. Dan, jadi tolok ukur (benchmark) perbulutangkisan di Kaltim

“Sebenarnya keberadaan Persatuan Bulutangkis (PB) di Kaltim khususnya Balikpapan itu sudah bagus. Hanya, kaitan kendala transportasi dan akomodasi sering menghambat atlet mengukir prestasi untuk mengikuti kejuaraan di berbagai daerah,” kata Ricky Soebagdja menjawab pertanyaan wartawan kaitan bagaimana memoles atlet bulutangkis Kaltim sampai ke kancah nasional dalam press conference Bayan Open 2026 di Convention Hall Platinum Hotel, Minggu (23/8/2025)

Selain Ricky, narasumber (narsum) di acara itu yakni Sekretaris PBSI Kaltim Riza Fahrizal, Ketua Panitia Suhud Wahyudi, Penanggungjawab Pertandingan Aang Syahruddin dan Ketua Harian PBSI Balikpapan Soegianto dipandu Ketua Divisi Regulasi & Advokasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim Sugito SH.
Dikatakan Ricky, paling penting adalah proses latihan yang disiplin dan membuat kualitas program latihan serta dilakukan evaluasi berkala dan membangun komunikasi sebagai investasi jangka panjang dengan PBSI kota, provinsi dan pusat

“Kami hadir di Kaltim dalam event Bayan Open 2026 khususnya di Kota Balikpapan, menjadi bagian penting dalam memastikan standar permainan dan regulasi yang telah ditetapkan PP PBSI,” jelas Ricky Soebagdja, legenda bulutangkis nasional peraih medali emas Olimpiadi Atlanta ini
Pembinaan bulutangkis di Kaltim katanya, harus terintegrasi, menembus level nasional hingga internasional. Karena hal itu, pondasi penting dalam menciptakan ekosistem bulutangkis
Menurut Ricky, Bayan Open 2026 sangat diapresiasi karena berjalan berkelanjutan dan konsisten dalam mendukung perkembangan bulutangkis dan sudah bergulir 5 tahun sejak 2022
Karena katanya, keberlanjutan turnamen memiliki arti penting bagi pembinaan atlet sebab memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk terus mengasah kemampuan melalui pertandingan

“Saya menilai di Kaltim sudah maju. Dan, Bayan Open 2026 bisa membuat pusat latihan atau pembinaan sehingga menghasilkan atlet prestasi ke kancah nasional. Sebab, potensi atlet bulutangkis Kaltim sangat besar,” katanya
Ricky menilai, pembinaan secara konsisten mampu menghasilkan atlet daerah untuk masuk pemusatan latihan nasional.
“Kaltim pasti bisa, bahwa pembinaan yang dilakukan terus-menerus bisa masuk pusat latihan nasional. Ini harapan PP PBSI terhadap prestasi bulutangkis di Kaltim,” katanya
Berkaitan dengan Sirkuit Nasional C menurut Ricky, bagian penting dalam memperkuat sistem kompetisi dan pembinaan atlet muda. Karana ada kategori ganda dewasa, veteran hingga beregu
“Prinsipnya PP PBSI membuka peluang pengembangan program pembinaan khusus bagi atlet muda Kaltim dan Balikpapan agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga menembus Pelatnas,” jelas Ricky yang menambahkan tanpa harus pergi jauh-jauh ke Pulau Jawa. (gt)













