TINTAKALTIM.COM-Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terus melakukan transoformasi dan perubahan dalam pelayanan ke pelanggan. Salahsatunya bergerak melawan kebocoran dengan menurunkan angka kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW) di tahun 2026 sekitar 28,48 persen
“Kita bekerja keras bersama tim yang didukung Pak Dirut PTMB. Tentu, berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan NRW itu, salahsatunya revitalisasi perpipaan di sejumlah kawasan,” kata Direktur Operasional PTMB Ali Rachman di sela-sela acara Press Conference beberapa waktu lalu
Dikatakan Ali Rachman, kebocoran fisik dan non-fisik terus dilakukan pengawasan oleh tim PTMB. Kuncinya, semua bidang bisa sinergi dan kolaborasi untuk melakukan pemetaan, mana yang bisa diantisipasi untuk atasi kebocoran
“Misalnya pergantian water meter itu sebenarnya implikasinya sangat besar bagi NRW. Karena, NRW itu ‘jantungnya PTMB’ sebab jika turun, maka air yang terbuang menjadi rekening berbayar dan menjadikan omzet,” jelas Ali Rachman yang mantan Direktur Teknik PDAM Samarinda ini
Dikatakan Ali Rachman, konsentrasi penurunan NRW ini sudah jadi ‘kampanye PTMB’. Sehingga, semua bidang harus sama-sama memikirkan bagaimana omzet meningkat demi kelangsungan kinerja PTMB ke depan
“Perbaikan pipa itu memerlukan anggaran. Kendati kita ditopang dari Pemprov Kaltim juga ada. Tetapi, NRW turun maka akan menambah pundi-pundi rupiah perusahaan,” kata Ali Rachman
Selain itu, penurunan NRW juga jadi ukuran kinerja sehat bagi PTMB. Sebab, dengan NRW tinggi maka persepsinya bisa terjadi inefisiensi yang pada gilirannya mempengaruhi kinerja perusahaan. (gt)












