TINTAKALTIM.COM-Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terus meningkatkan kinerjanya. Sejalan menghadapi tantangan krisis air dan perubahan iklim khususnya kemarau mendatang
Dirut PTMB Yudhi Saharuddin menegaskan, hampir seluruh wilayah di Indonesia mengalami kekurangan air akibat perubahan iklim dan fenomena El Nino dan Kota Balikpapan kena dampaknya. Produksi air bersih PTMB sempat menurun tapi sekarang normal 100 persen

“Jika dihitung semester kedua 2024 dan memasuki 2025 lalu, kondisi mulai membaik. Karena, PTMB memperbaiki seluruh layanan agar produksi normal kembali,” kata Yudhi dalam Press Conference dengan awak media dirangkai buka bersama di Ballroom Platinum Hotel, belum lama ini.
Acara itu juga dihadiri Direktur Umum Purnamawati, Direktur Operasional Ali Rachman, Direktur Teknik Khoiruddin, Sekretaris Direksi Abdul Ramli, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Adelina dan jajaran manajer lainnya

Dari sisi kinerja kata Yudhi, PTMB setelah diaudit berhasil mempertahankan status perusahaan kondisi sehat. Tentu, juga mencatatkan keuntungan dan memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Kota Balikpapan
Di tahun 2025, PTMB melakukan sejumlah pembenahan termasuk perbaikan Booster Instalasi Pengolahan Air (BIPA), penanganan kebocoran serta peningkatan jaringan distribusi. Juga penambahan sumber air baku melalui revitalisasi sumber yang ada dan bantuan Pemprov Kaltim
Sejumlah proyek yang dikerjakan PTMB kata Yudhi adalah, telah rampungnya BIPA di Grand City, Jalan Agung Tunggal, MT Haryono hingga kilometer 11. Perbaikan itu implikasinya pada peningkatan produksi air mencapai 46,6 juta meter kubik pada 2025 atau naik sekitar 4,3 juta meter kubik dibandingkan tahun 2024

“Meski sebenarnya target sambungan baru 5.000-6.000 pelanggan pada 2025 hanya terealisasi sekitar 4.000 sambungan karena fokus PTMB pada pembenahan jaringan pipa,” kata Yudhi yang meraih gelar doktor di Universitas Mulawarman ini
Di tahun 2026, PTMB kata Yudhi menargetkan akselerasi dan efisiensi produksi serta distribusi air. Dengan cakupan layanan stabil di angka 79 persen dan produksi yang meningkat. Sehingga, PTMB memproyeksikan sekitar 12.000 sambungan rumah (SR) baru di wilayah dengan debit air sudah memadai sekitar 24 jam.
“Prinsipnya kita bicara kontinuitas air. Jika sudah normal, maka SR itu bisa dilakukan demi melayani kebutuhan air bersih pelanggan,” kata Yudhi. (gt)













