TINTAKALTIM.COM-Ustaz kondang dan viral di sosial media (sosmed) karena retorika dan gaya dakwahnya dibumbui sisi humor, Dr Das’ad Latif S Sos SAg MSi PhD menegaskan, jangan umat Islam karena berbeda mahzab (aliran) lalu memecah belah persaudaraan, karena hal itu tidak senafas dengan perintah Allah dan ajaran Rasulullah SAW yang selalu menyambung silaturahmi

“Berbeda mahzab itu wajar dalam Islam. Dan tidak memecah persaudaraan sesama muslim. Kita menghormati satu sama lain. Karena, mahzab itu memiliki dasar dan argumen masing-masing,” kata Ustaz Das’ad dalam tausyiah-nya saat memberi kajian spesial di Masjid Namirah Kompleks Balikpapan Baru, Minggu (11/1/2026)
Ustaz Das’ad ceramah ba’da salat zuhur dan hadir di Kota Balikpapan atas undangan Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Namirah yang membahas tema pentingnya menjaga persaudaraan sesama muslim

Dengan gaya dakwahnya, Ustaz Das’ad menyebut, penting umat Islam menghindari sikap fanatik terhadap satu mahzab dan cenderung menyalahkan mahzab lainnya. Itu dapat menyebabkan perpecahan.
Apalagi, merendahkan dan menghina mahzab lainnya salah. Karena katanya, persaudaraan sesama muslim itu sangat dianjurkan agama dan larangan berpecah-belah sebab itu agung dalam Islam.

“Wa ‘tasimu bihablillahi jami’an wa la tafarraqu (Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah dan jangan kamu bercerai-berai),” ungkap Das’ad Latif mengutip ayat Alquran Surah Al-Imran ayat 103

Das’ad menegaskan makna ayat itu perintah wajib bagi umat muslim untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Karena, selain rajin ke masjid untuk hubungan hamba dengan Allah (hablumminallah) tapi jangan tinggalkan hubungan manusia dengan sesama manusia (hablumminnanas)
BEDA FIQIH
Terkadang kata Das’ad, perbedaan kecil dipermasalahkan. Ia mencontohkan, mengangkat takbir. Itu fiqihnya berbeda-beda. Ada tangan di dada, tangan di bawah pusat, tangan di bawah perut dan lainnya tak perlu diperdebatkan. Karena, jika ego mahzab dan manhaj (metode ajaran agama) bisa berbahaya dan mengikis amal

“Bisa terjadi saat takbir menggunakan bahasa daerah masing-masing. Kan jadi muncul perpecahan,” kelakar Das’ad mempraktekkan takbir bahasa daerah yang disambut tawa jamaah yang hadir memenuhi masjid
IMAN
Ustaz Das’ad yang doktor bidang fiqih ini menegaskan, kehadiran jamaah untuk mendengarkan tausyiah di Masjid Namirah karena panggilan iman. Padahal, setan menggoda karena tepat hari libur.
Apalagi oknum anggota DPRD, tentu enggan datang ceramah di hari libur. “Ada di sini anggota DPRD,” tanya Das’ad. Tiba-tiba, anggota DPRD Kaltim Dr Yusuf Mustafa tersenyum

“Oh ada juga anggota DPRD Kaltim. Tapi, kan hanya satu padahal banyak anggota dewan di Kaltim dan Balikpapan,” sindir Das’ad Latif
Godaan setan lainnya, agar iman itu goyah yakni tidak perlu dengar ceramah Ustaz Das’ad Latif, karena di channel youtub banyak. Itu godaan setan. Tetapi, Das’ad memberi apresiasi jamaah yang hadir berarti imannya terjaga termasuk kehadiran Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Balikpapan Hendra Winardi SE
KESOMBONGAN
Perpecahan terjadi kata Das’ad karena kesombongan. Ingin dihargai, dihormati, karena merasa benar ilmunya dan itu perkara iman. Padahal, ada orang yang hina di hadapan Allah meski ia sehat, hebat dan itu Firaun

“Tidak ada toh, orangtua memberi nama anaknya Firaun. Karena, imannya tak ada. Beda dengan Masyitah, seorang budak yang juga tukang sisir anak Firaun, keteguhan imannya luar biasa. Makanya banyak orang Bugis, istrinya bernama Masyitah,” guyon Das’ad Latif
TETANGGA
Dalam ceramahnya yang lain, Das’ad Latif juga menyinggung pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga. Tidak merasa hebat, minta dihargai dan merendahkan tetangga lainnya

Dalam keseharian contoh Das’ad, orang itu rajin salat jamaah, salat tahajud tetapi merendahkan serta selalu menyalahkan kaitan ilmu agama. Dan, orang satu kompleks tidak senang karena sikapnya.
“Hati-hati bos kalau sudah tidak disenangi tetangga. Makanya, jangan jahat dengan tetangga. Jaga persaudaraan (ukhuwah). Itu kata Rasulullah Laa yu’dzii jaarahu (jahat dan sering tetangganya tidak suka karena sikapnya),” kata Ustaz Das’ad yang juga dosen ilmu komunikasi di Universitas Hasanuddin (Unhas) ini

Ustaz asal Makassar ini, juga menceritakan ada orang yang salatnya bagus bahkan berjamaah setiap 5 waktu, zakatnya, puasanya, hajinya berkali-kali. Tetapi, dia bangkrut nanti di akhirat
“Karena hubungan vertikal dia dengan Allah baik. Hanya, hubungan horizontal dengan manusia tidak baik. Dia sering memfitnah, ghibah yang akhirnya amalnya dialihkan dengan orang-orang yang merasa terzalimi dan dihina itu. Dan itulah manusia bangkrut,” pungkas Ustaz Das’ad. (gt)













