TINTAKALTIM.COM-Dari verifikasi awal tim seleksi (timsel) warga beprestasi dan pelopor 2026 dalam rangkaian HUT ke-129 Kota Balikpapan, ada sekitar 16 pendaftar yang masuk kualifikasi Tidak Memenuhi Syarat (TMS)

Itu setelah 172 peserta dicermati dan dilihat data-data untuk diverifikasi persyaratan administrasi dan umum kembali. Tetapi, ternyata ada yang mendaftar dengan data yang sama baik sebagai warga pelopor dan prestasi, sehingga pansel harus membuat kebijakan

“Kita harus tempatkan posisi mana yang tepat. Sebab, kalau data sama, maka yang paling pantas harus dipilih salahsatu. Jika menceritakan tentang apa yang sudah dilakukan untuk pengembangan di masyarakat, itu pelopor. Data yang masuk ke warga beprestasi dinilai TMS. Sebab, tak ada sertifikat prestasinya,” kata Ketua Panitia Seleksi Warga Beprestasi dan Pelopor 2026 Neny Dwi Winayu didampingi sekretaris Fachrul Razji saat melakukan verifikasi data-data warga berprestasi dan pelopor Selasa (5/1/2026) di ruang rapat bagian kerjasama dan perkotaan Pemkot Balikpapan.

Verifikasi awal timsel itu juga dihadiri anggota timsel Nuryanti (akademisi) dan Sugito (jurnalis) serta jajaran sekretariat bagian kerjasama dan perkotaan, humas dan protokol (humpro) yang membantu data-data dan sudah masuk untuk diverifikasi timsel
Dari verifikasi itu, ternyata ada yang sudah mendapatkan penghargaan di tahun 2025. Dalam syarat administrasi telah ditetapkan bahwa mereka yang sudah pernah mendapatkan penghargaan maka dianggap tidak memenuhi syarat (TMS)

Termasuk misalnya, ada warga ber-KTP Kota Balikpapan secara syarat administrasi terpenuhi. Hanya, prestasinya ternyata bukan kepentingan dan diraih untuk Kota Balikpapan tetapi daerah lain.

“Jadi karena dia beprestasi dan juara untuk daerah lain dan bukan membawa nama Kota Balikpapan tetapi, tentu ini masuk TMS. Karena yang dicari warga mengharumkan Kota Balikpapan toh,” kata Neny dibenarkan Fachrul Razji
Disebutkan Neny, seluruh data yang masuk dicermati satu-satu oleh timsel. Ada yang awalnya masuk Berkas Tidak Lengkap (BTL), berkali-kali tim sekretariat untuk konfirmasi dan pembaharuan data dan berkomunikasi via aplikasi WhatsApp (WA), tetapi tidak direspons.

“Sampai batas waktu akhir (deadline) pendaftaran, juga tidak ada respons. Justru, ada yang mengirim foto pribadi saja dan senyum jenis close up tanpa data-data prestasi seperti sertifikat dan lainnya. Ini kan TMS,” tambah Neny yang disetujui timsel lainnya seraya tersenyum
Timsel akan kerja maraton dan melanjutkan verifikasi dan melakukan penilaian pada Rabu (6/1/2026) sekitar pukul 10.30 Wita yang bakal dihadiri seluruh timsel.

Bahkan, matriks penilaian warga beprestasi baik daftar prestasi, tingkat prestasi (minimal provinsi), penyelenggara program prestasi dan dampak yang dihasilkan untuk masyarakat termasuk untuk warga pelopor sudah disiapkan
“Kita harus lanjutkan penilaian oleh timsel. Insya Allah, saya juga ikut mendampingi timsel dan memberi saran-saran (advis) agar diskusinya produktif dan bedah datanya pun komprehensif,” kata Ketua Panhut ke-129 Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty (dokter Dio) yang kemarin jadwalnya sangat padat untuk melakukan rapat-rapat estafet demi kepentingan warga Balikpapan dan hadir di sejumlah undangan. (gt)













