TINTAKALTIM.COM-Manusia pasti punya masalah. Jika ia kaya maka masih dapat dunia jika tidak salat. Tapi, jika miskin tidak salat maka rugi dunia, apalagi akhirat kelak. Maka, umat Islam harus memperbaiki salat, sehingga Allah mengabulkan semua hajat

Pesan moral itu disampaikan ustaz kondang Dr Das’ad Latif dalam tablig akbar yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Balikpapan yang dirangkai menyambut Isra Mira’j dan HUT ke-129 Balikpapan di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC), Sabtu (3/1/2026)

Acara itu dihadiri Walikota yang diwakili Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Budi Prasetyo, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Yono Suherman mewakili Ketua Alwi Alqadrie, anggota DPRD Kaltim Sabaruddin Panricalle, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Balikpapan H Dumairi, Kajari diwakili Reza Pahlepi, Asisten II Andi Muhammad Yusri yang juga Ketua Harian BIC, Asisten III dr Andi Sri Juliarty yang juga Ketua HUT ke-129 Balikpapan, Asisten I Drs Zulkifli jajaran badan pengelola BIC dan undangan lainnya

Disebutkan Ustaz Das’ad dalam kehidupan tak sedikit orang hidupnya dipenuhi masalah. Itu karena, meninggalkan salat dan jika salat maka kualitas salatnya sifatnya main-main atau tak dilakukan sungguh-sungguh

“Mereka salat tapi main-main. Angkat takbir, Allahu Akbar tetapi, gerak-gerik badannya seperti diterpa angin,” cerita Das’ad Latif sembari mempraktekkan gerak tubuhnya pada jamaah

Contoh lain lagi, bagaimana salat dilakukan dengan sikap yang jauh dari serius dan tidak khusyuk seolah menguap tanpa etika bahkan gerak tangannya ngupil

Lebih lanjut, ia menyindir perilaku orang yang salat sambil melakukan gerakan yang tak wajar seperti menggaruk-garuk bagian tubuh atau bahkan bergoyang-goyang.

“Itu mereka bilang salat. Tak khusyuk dan seenaknya. Makanya banyak masalah,” kata Ustaz Das’ad dengan nada humor namun tetap berpesan serius kepada undangan yang hadir

Disebutkannya, salat yang khusyuk kunci untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menyelesaikan berbagai permasalahan hidup. Ia mengingatkan bahwa inti dari salat bukan hanya gerakan fisik tetapi juga kehadiran hati dan fokus pada Allah
“Makanya ibu-ibu dan bapak-bapak, introspeksi diri terhadap kualitas ibadahnya, terutama salat. Sebab, jika salat sungguh-sungguh tenang jiwa dan jadi solusi berbagai masalah yang dihadapi seseorang. Tidak ada yang mustahil bagi Allah kalau berkehendak,” ungkap Das’ad yang mencontohkan dirinya bisa membangun 4 masjid yang secara pikiran manusia mutahil dari mana dananya tapi bagi Allah tidak.

Ceramah Ustaz Das’ad menjadi pengingat jamaah yang hadir bahwa salat bukan hanya sekadar kewajiban tapi juga sarana untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup
Dengan gaya khasnya yang humoris, Ustaz Das’ad melakukan ceramahnya dengan ngeround. Kadang mendekati jamaah wanita begitu juga laki-laki

“Salat itu prioritas utama dalam hidup, dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaran. Sebab, salat yang benar maka semua masalah akan tuntas,” ujar Das’ad Latif yang kelahiran Pinrang Sulawesi Selatan (Sulsel) ini

Sementara itu sebelumnya, Pj Sekda Agus Budi Prasetyo menyampaikan permohonan maaf Walikota Dr H Rahmad Mas’ud SE ME dan Wawali Dr Bagus Susetyo ingin hadir di acara itu tetapi keduanya memiliki tugas yang bersamaan dengan acara
“Pak Walikota minta maaf. Beliau mendampingi Kapolda Kaltim dalam suatu acara. Dan mendoakan kepada jamaah agar selalu sehat dan menjaga Balikpapan aman,” kata Agus Budi Prasetyo. (gt)













