TINTAKALTIM.COM-Tahun 2026 akan jadi momen penting bagi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), karena organ kepegawaiannya dewan pengawas (dewas) dan direksi melakukan rekayasa jaringan memastikan aliran air optimal khususnya untuk kawasan zona merah atau kritis agar mengalir
Kerja ini perlu waktu, tetapi sudah terealisasi di beberapa wilayah dengan mengatur manajemen tekanan (pressure management) dalam jaringan distribusi air lewat analisa penambahan pompa dan mini booster

“Rekayasanya memang harus dihitung. Khususnya kaitan dengan volume air yang ada di pipa sehingga bisa diketahui konsumsi air sesuai kebutuhan warga,” kata anggota Dewas PTMB Adi Supriadi didampingi Direktur Operasional Ali Rachman menjelaskan kerja-kerja PTMB di dalam mencari solusi air warga yang tidak mengalir
Jeritan warga yang lama airnya tak mengalir, akhirnya dengan menggunakan metode pengaturan tekanan air didukung alat Distric Meter Area (DMA), booster dan pompa maka bisa teratasi

Analisa pertama di kawasan Kampung Baru. Lalu, dilanjut di kawasan Rengganis. Polanya, di titik masuk DMA tekanannya didorong dengan tekanan yang diinginkan. Awalnya 7 bar, diturunkan sesuai kebutuhan air.
“Posisi airnya ada, maka tekanan kita turunkan dari 7 bar menjadi 5 bar. Nah, air sudah mengalir sesuai kebutuhan saja. Ketika sudah cukup, sisa air itu dialihkan ke kawasan lain yang terintegrasi dengan Instalasi Pengolahan Air (IPA) kilometer 8,” kata Adi Supriadi yang bicara teknis dengan melihat kondisi di lapangan

Cara ini kata Adi, lebih efektif. Sebab, pola pembagian air dengan mengurangi kekuatan tekanan yang tinggi, membuat cadangan air memiliki kelebihan.
“Air yang ada direkayasa dengan jaringan pipa. Lalu ditambah booster dan pompa. Sehingga, cadangan air itu ada dan bisa mengalir ke warga bahkan ada kelebihan sejumlah air untuk menambah sambungan rumah (SR),” urai Adi Supriadi yang didukung kerja teknis Ali Rachman secara operasional
Sejumlah titik-titik kritis sekarang ini analisanya semua dilakukan. Seperti Jalan Pupuk, kawasan Kompleks dekat eks Universitas Tri Dharma yang semuanya akan dialirkan dengan metode pemasangan DMA ditambah booster
“Semua diatur dengan mekanisme manajemen tekanan. Tentu, perlu sabar karena ini kerja yang harus juga didukung daya PLN. Seperti pompa sudah disiapkan kalau daya PLN belum siap tak akan bisa jalan,” ujarnya
IPA DIGENJOT
Sementara itu rekayasa lainnya menurut Adi Supriadi dan Ali Rachman menggenjot kapasitas di IPA kilometer 12. Sekarang posisinya 75 liter per detik dan akan dilakukan uprating sekitar 80 liter per detik. Sehingga nanti bisa 150 liter per detik. “Jadi bisa menambah sambungan rumah (SR) sekitar 5 ribuan pelanggan,” ujarnya
Demikian juga IPA lama di Teritip ternyata ada sekitar 375 meter kubik yang ada di reservoir. Jika malam, hanya berfungsi 150 liter per detik sekitar pukul 10 malam hingga 5 pagi.

“Nah penambahan di IPA lama Teritip inilah untuk digenjot di pagi hari sehingga bisa mencapai 200 liter per detik dan ada lagi penambahan debit airnya,” ujar Adi dan Ali Rachman
Sehingga kata Adi dan Ali Rachman, di tahun 2026 sampai tahun 2027 dengan konsep zonasi pemasangan DMA, booster serta uprating dilakukan, diperkirakan bisa ada penambahan sambungan rumah (SR) sekitar 20 ribu pelanggan
“Tetapi kerja-kereja tim teknis di lapangan perlu waktu. Misalnya saja, ada jaringan pipa di tengah jalan. Sehingga, jalan perlu ditutup untuk pekerjaan mengangkat valve misalnya. Hanya, pekerjaan tidak lama maksimal bisa 2×24 jam saja,” pungkas Adi Supriadi sembari memohon doa warga Balikpapan agar kerja dewas dan direksi bisa melayani maksimal kebutuhan air bersih masyarakat. (gt)













