TINTAKALTIM.COM-Air PDAM sering tidak mengalir. Bahkan, sampai beberapa lama. Sebenarnya, bukan karena pola pelayanan tak maksimal, semua terjadi berbagai faktor selain kondisi air baku yang terbatas
Tenaga Ahli Bidang Humas Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Adelina menyebutkan, berbagai faktor itu adalah melonjaknya pertumbuhan penduduk dan berkembangnya sektor ekonomi.
“Tentu membuat kebutuhan air semakin meningkat. Sementara kondisi air baku PTMB terbatas dan kewenangan untuk penambahan debit pun menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS),” kata Adelina

Kejadian lainnya kata Adelina, jaringan pipa dan instalasi belum merata, apalagi khusus daerah tinggi yang tidak mungkin maksimal sebab tekanan tak mungkin naik jika air tak mencukupi
“Daerah tinggi diperlukan tekanan lebih besar untuk melawan gravitasi agar mendorong air naik. Nah, ini debit airnya kurang, maka yang terjadi diperlukan peningkatan debit,” jelas Adelina
Terkadang kata Adelina, PTMB sudah mencari solusi terbaik untuk melayani masyarakat. Misalnya dengan menggunakan pompa pendorong (booster pump), lagi-lagi kendalanya pada debit air
“PTMB juga meminta maaf kepada pelanggan karena sering terjadi gangguan pipa bocor karena kondisinya sudah tua. Puluhan tahun terpasang, makanya PTMB melakukan revitalisasi perpipaan. Ditambah, perawatan jaringan (washout) sehingga air dihentikan sementara,” urai Adelina
Seperti diinformasikan kata Adelina, PTMB tak tinggal diam. Saat ini strateginya memperluas cakupan layanan yang awalnya 79 persen menjadi 82 persen di tahun 2025, rehabilitasi sumur-sumur dalam untuk menambah pasokan air. Selain melakukan optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal
“Di tahun 2026, PTMB fokuskan 10 ribu pemasangan baru di Balikpapan Utara dan Balikpapan Selatan agar permasalahan air pelan tapi pasti bisa segera teratasi. Selain mencari alternatif air baku,” ungkap Adelina. (gt)













