TINTAKALTIM.COM-Jika sebelumnya lagu Indonesia Raya diputar saat upacara bendera atau menghadiri event tertentu, kini lagu ciptaan WR Supratman itu setiap hari pukul 10.00 Wita diputar di berbagai kantor pemerintahan, DPR-RI, BUMN hingga kementeriaan dan lembaga termasuk di kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim.

Seluruh pegawai berbagai seksi termasuk kepala seksinya seperti sarana, prasarana, lalu-lintas bahkan di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Samboja, UPPKB Paser, Terminal Batu Ampar, Terminal Samarinda Seberang yang jadi lingkup BPTD Kaltim pun harus berdiri ketika diputar Indonesia Raya
“Untuk menanamkan rasa nasionalisme dan cinta Tanah Air. Makanya di sela-sela rutinitas keseharian, seluruh pegawai harus berdiri sempurna dan mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia, Mars Perhubungan dan pembacaan Teks Pancasila,” kata Kepala BPTD Kaltim Renhard Ronald yang juga harus berdiri tegap ketika mendengarkan lagu itu di ruang kerjanya dan di berbagai kesempatan.

Tak hanya lagu Indonesia Raya. Bagi insan Kemenhub, juga berdiri mendengarkan Mars Perhubungan serta teks Pancacila. “Kita harapkan tidak saja pegawai. Tepat pukul 10.00 Wita jika ada tamu, pengunjung kantor harus ikut berdiri sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol negara,” kata Renhard.

Disebutkan Renhard, kebijakan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 yang mengatur bahwa setiap warga negara harus bersikap hormat saat mendengar lagu kebangsaan.
Mengapa pukul 10.00? Menurut Renhard karena menjadi momen yang ideal, pegawai telah mulai bekerja setelah tiba di kantor, namun belum terganggu oleh aktivitas istirahat atau akhir hari kerja. “Kalau sedang rapat pun harus berdiri ketika Indonesia Raya dikumandangkan,” ujarnya.

Dari data media ini, sejumlah instansi pemerintahan di tingkat pusat maupun daerah juga mulai melakukannya. Bukan sekadar seremonial, melainkan menanamkan semangat kebangsaan tadi. “Kan itu juga simbol pengabdiaan negara. Apalagi kita semua adalah abdi negara,” kata Renhard
DIREKTUR
Di kantor pusat, ketika media ini berada di Gedung Karsa Kemenhub Jln Merdeka Barat, tepatnya di lantai 9 bersilaturahmi dengan Direktur Angkutan Jalan Ditjen Hubdat Kemenhub Dr Muiz Thohir ST MT, di sela-sela berbincang tiba-tiba berkumandang Indonesia Raya.
“Ayo kita berdiri dulu mendengarkan lagu Indonesia Raya. Ini sudah regulasi di Kemenhub khususnya Ditjen Hubdat. Jadi tamu pun harus berdiri,” ajak Muiz Thohir yang langsung sigap berdiri sembari mendengarkan Indonesia Raya diikutin media ini

Disebutkan Muiz, kebijakan itu harus diikuti seluruh pegawai Kemenhub tak terkecuali. Termasuk tamu yang datang harus berdiri sesaat jika berkumandang Indonesia Raya.
“Biasanya dilanjut Mars Perhubungan dan pembacaan teks Pancasila,” kata Muiz yang pernah menjabat Kepala BPTD Kaltim ini
Di kantor induk BPTD kawasan Terminal Batu Ampar juga seluruh pegawai berdiri mendengarkan lagu Indonesia Raya. Ketika informasi via announcer yang direkam terdengar agar seluruh aktivitas dihentikan dan berdiri mendengarkan lagu Indonesia Raya semua pegawai berdiri

Mereka pegawai dari seksi sarana, prasarana, lalu-lintas terlihat yang lagi bekerja otomatis berdiri sempurna. “Kita ikutin regulasi saja. Jadi harus berdiri, sebab sudah jadi ketentuan setiap hari,” kata Andri Eka yang bertugas di seksi lalu-lintas sontak berdiri
Selain Indonesia Raya juga diperdengarkan Mars Perhubungan dan pembacaan teks Pancasila. Tentu, Mars Perhubungan sebagai wujud semangat pengabdian dan dedikasi insan transportasi dan kemajuan transportasi di tiap daerah

Suasana lainnya juga terlihat di Terminal Batu Ampar BPTD Kaltim. Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Heriyawan bersama pegawai lainnya termasuk security pun ikut berdiri saat Indonesia Raya bergema. Bahkan, jajaran petugad cleaning service (CS) pun ikut berdiri mendengarkan Indonesia Raya.
“Wujud sikap hormat memang harus berdiri sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan kemerdekaan dan kebanggaan sebagai bangsa yang cinta Tanah Air. Kita harapkan pengunjung jika di terminal juga ikut berdiri,” kata Heriyawan. Salam Kebangsaan dan NKRI. (gt)













