TINTAKALTIM.COM-Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengklaim keberhasilan dalam menurunkan jumlah keluhan masyarakat terkait layanan air bersih.
Sebelumnya, komplain mencapai 200 laporan per bulan, kini menurun drastis menjadi sekitar 10 laporan, bahkan sering di bawah angka tersebut.

“Alhamdulillah distribusi air baku semakin lancar, kami juga sudah tidak banyak mendapatkan komplain dari masyarakat, respons cepat atas keluhan, petugas kami pun siaga 24 jam,” kata Direktur Utama (Dirut) PTMB Dr Yudhi Saharuddin, belum lama ini menjelaskan tingkat komplain itu.
Sejauh ini, sering terdengar adanya keluhan kaitan air bau atau kuning sebenarnya itu akibat proses perbaikan. Makanya, segera lapor sehingga petugas akan turun paling lambat 1×24 jam. Bahkan, dirinya langsung turun terkait aduan warga yang masuk dari ponsel.
Menurut Yudhi, peningkatan layanan tak lepas dari sejumlah langkah strategis termasuk perbaikan pipa di kawasan Jln MT Haryono yang sering jadi titik kebocoran berulang-ulang di tahun 2024 bahkan dari data sampai 11 kali kebocoran
“Tahun lalu kami lakukan perbaikan sebanyak 11 kali di kawasan MT Haryono. Setelah itu, alhamdulillah tidak ada lagi kebocoran,” ujar Yudhi yang menyelesaikan gelar doktor ekonominya di Universitas Mulawarman (Unmul) ini.
Dengan selesainya perbaikan tersebut, distribusi air bersih dari Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Kampung Damai kini berjalan optimal dan mampu menjangkau wilayah Balikpapan Barat.

Selain MT Haryono, juga kawasan Agung Tunggal. Di area ini, jaringan pipa sepanjang 600 meter akan segera diperbaiki guna memperkuat distribusi air bersih ke pelanggan
“Fokus kami saat ini pada distribusi Agung Tunggal dan sekitarnya. Airnya sudah ada, pipa distribusinya sebagian besar juga sudah ada. Sekarang kami perkuat distribusinya agar layanan makin optimal,” jelas Yudhi.
PDAM juga tengah menyiapkan penggantian pipa transmisi air baku sebagai bagian dari peningkatan sistem pasokan produksi air. Kinerja perusahaan pun mencatat kemajuan.
Berdasarkan laporan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), PTMB mencatat nilai kinerja yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Angka kebocoran air (Non-Revenue Water/NRW) turun, sementara profit tetap terjaga.
“NRW turun, profit perusahaan tetap bagus. PDAM Balikpapan masuk kategori sehat. Kami siap berproses menjadi perusahaan mandiri, tidak terus bergantung pada APBD,” tegasnya.
Dukungan dari APBD, menurutnya, akan lebih difokuskan untuk proyek infrastruktur, sementara operasional akan berusaha ditopang secara mandiri.
“Kami juga menyampaikan langsung kepada Walikota Balikpapan selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) terkait masalah yang ada di PTMB dan transparansi data agar bantuan APBD difokuskan untuk proyek pembangunan,” jelas Yudhi.
Terkait sejumlah kritik terhadap kinerjanya, Yudhi menyambutnya sebagai bagian dari proses perbaikan internal.
“Semua kritik itu membangun. Jika perlu data, kami terbuka. Karena prinsip kami transparan untuk perbaikan bersama,” tutupnya. (gt)













