TINTAKALTIM.COM-Momen laga sepakbola kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia melawan China jadi ajang silaturahmi warga. Pengunjung gembira karena mampu unggul 1-0 hingga peluit akhir ditiup. Tetapi, ketika laga Indonesia vs Jepang, rata-rata penonton meradang.

Itulah keseruan nonton bareng (nobar) di Platinum Hotel & Covention Hall Balikpapan selama dua pertunjukan Indonesia vs China dan Indonesia vs Jepang yang dihadiri sejumlah pecandu bola.
Manajemen Platinum Hotel Balikpapan menyiapkan fasilitas khusus bagi para tamu yang menyaksikan kedua laga itu. Disediakan big screen di area lobby agar pengunjung dapat menikmati pertandingan sambil bersantap.

General Manager (GM) Platinum Hotel Balikpapan Joko Budi Jaya SE CHA mengatakan, digelarnya nobar itu bertujuan memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu yang menginap atau warga dari luar karena antusiasme ingin mendukung kesebelasan Indonesia.

“Ini sebagai fasilitas bagi pecandu bola. Sambil nobar juga sekaligus bersama keluarga santai mendukung tim kebanggaan Indonesia,” kata Joko Budi yang ikut menyaksikan laga Indonesia vs Jepang di table bagian belakang, Selasa (10/6/2025)
Joko di-support team front office (FO) dan food & beverage (F&B) menyiapkan menu andalan. Tentu, pecinta camilan tersedia snack berupa kacang kulit, pisang goreng, chicken wing dan lainnya termasuk juga hidangan berat plus berbagai minuman hangat dan dingin juga menemani pengunjung

Jepang kesebelasan kuat dan sudah memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 dan menjadi juara group C tetapi tim Indonesia memiliki misi penting dalam pertandingan itu. Hanya, Indonesia menutup laga terakhir putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dengan kekalahan telak 0-6 atas Jepang.
Laga itu disaksikan lewat nobar di Platinum Hotel Balikpapan yang disiarkan langsung di Suita City Stadium Osaka. Tim asuhan Patrick Kluivert tak berdaya dan harus menggunguli permainan cantik Jepang.
Apakah Indonesia lolos ke Piala Dunia setelah kalah dengan Jepang? Poin Indonesia di group C tetap sama, yakni 12 poin. Meski demikian, hasil kekalahan itu tak memengaruhi posisi Indonesia di Group C sebab China memenangi laga lawan Bahrain 1-0 dan tak mampu mengejar raihan poin Indonesia di peringat empat.

“Indonesia masih berpeluang lolos ke Piala Dunia 2026, tetapi harus melalui pertandingan putaran keempat kualifikasi,” kata Mantan Ketua Asita Balikpapan Eddy Assaniar yang nobar bersama GM Platinum Joko Budi dan H Jani, pengusaha advertising Balikpapan ini.
Eddy yang paham analisa sepakbola menyebut, pada putaran keempat nanti akan ada sistem round-robin atau setiap tim saling bertemu sekali. Pemenang atau juara dari masing-masing group akan lolos ke Piala Dunia 2026.

“Tapi apabila finish di posisi runner up group, Indonesia masih berpeluang lolos ke Piala Dunia 2026 melalui putaran kelima kualifikasi. Sebab, dua tim runner up akan bertanding dengan format dua leg (laga kendang dan tandang),” urai Eddy Assaniar.
Nah, jika mau lolos kata Eddy, pemenang pada putaran kelima kualifikasi selanjutnya akan masuk ke turnamen play off yang melibatkan enam tim yang masuk satu tim per konfederasi.

Dari data media ini, lawan Indonesia di babak play off Zona Asia adalah Arab Saudi, Irak, Qatar, Uni Emirat Arab dan satu tim di antara Oman atau Palestina
MERADANG
Hanya, saat lawan Jepang, penonton rata-rata meradang (kecewa), karena baru menit 15 babak pertama sudah kebobolan. Semangat penonton meredup termasuk GM Platinum Joko Budi yang menyebut, tim Indonesia kalah dari berbagai faktor.
“Jauh permainan Indonesia. Karena, pemain Jepang bermain di liga top dunia, sehingga teknik, taktik dan kecepatan bermain selalu unggul. Meski saya tidak bisa bermain bola,” kelakar Joko Budi yang menganalisa tim Jepang tetapi bukan berarti tidak cinta Indonesia.

Hal senada juga disampaikan Eddy, yang menurutnya Jepang pengalaman bertandingnya level dunia dan bermental juara. Indonesia perlu waktu untuk membangun mentalitas yang sama, terutama dalam menghadapi lawan yang lebih unggul.
“Coba lihat, dikurung setengah lapangan. Penguasaan bola 83 persen, Indonesia hanya 17 persen tentu jauh sekali. Nggak bisa tembus pemain Indonesia dan betul-betul dikurung,” ocehan Eddy samban menyaksikan laga Indonesia vs Jepang dan menikmati kacang kulit yang membuat waitress pun heran selalu habis di meja.

Penonton merasa terlayani dan happy saat nobar di Platinum Balikpapan, karena waitress sangat cekatan melayani kebutuhan makanan dan minuman tamu yang hadir. Apalagi, diawali tamu disambut dengan ramah dan mengarahkan ke tempat duduk. Bahkan, waitress mendatangi tamu-tamu itu di table dan mencatat pesanan.
“Waitress-nya melayani sangat cepat. Platinum Balikpapan memang luar biasa,” kata H Jani memberi apresiasi terhadap kerja waitress selama nobar.

Dari pantauan media ini, nobar juga dilakukan di bagian rooftop. Tapi, karena tim Indonesia kalah telak 0-6 dari tim berjuluk Samurai Biru, belum tuntas banyak penonton harus meninggalkan kursinya.
Apalagi selama 2×45 menit dari pantauan media ini yang ikut nobar di Platinum itu, Indonesia selalu kesulitan meladeni permainan yang rapat dan cepat. Kawan saya Hendra Winardi yang rajin nobar bola berkelakar; “Yang main orang bule kok yang kalah Indonesia”. (gt)













