TINTAKALTIM.COM-Surprise! Dua pimpinan Kota Balikpapan Walikota H Rahmad Mas’ud SE ME dan Wakil Walikota (Wawali) Dr Bagus Susetyo hadir bareng di gelaran acara buka puasa bersama sekaligus kegiatan pemberian santunan kepada anak panti asuhan yang dilaksanakan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau PDAM, Senin (10/3) di halaman Graha Tirta Building

Wawali datang lebih dulu. Karena, walikota masih menghadiri acara buka bersama dan kegiatan Baznas Balikpapan di Balikpapan Sport & Convention Centre atau Dome. Sehingga, baru datang sekitar pukul 18.00 Wita dan berbaur dengan undangan lainnya.

Sesaat walikota duduk, lalu didaulat duet MC Suryo-Dila untuk menyampaikan sambutan. Candaan pun dilakukan. “Belum duduk istirahat dan minum sudah diminta sambutan,” kelakar walikota disambut tawa hadirin karena situasinya sedang Puasa Ramadan.
Menurut Walikota, kehadirannya bersama wawali dan unsur Pemkot Balikpapan untuk memberi support kepada seluruh jajaran PTMB, bahwa pemerintah sangat mendukung kemajuan perusahaan dan berharap layanan air minum ke konsumen berjalan lancar. Apalagi saat Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.

“Anak-anak sekalian. Doakan ya agar Indonesia aman, Kaltim juga rakyatnya sejahtera. Terlebih, Kota Balikpapan aman dan air PDAM-nya lancar,” pinta Walikota kepada ratusan anak panti asuhan yang dengan setia menunggu waktu berbuka di pelataran Gedung Graha Tirta Building.
DIGODA
Acara buka bersama itu menghadirkan Ustaz Agus Khoirul Huda Lc yang dikenal tausyiah-nya dengan humor-humor segar. “Sebenarnya ada virus Ramadan, itu adalah godaan. Kalau ibu-ibu biasanya mencari lailatul qadar bukan di masjid tetapi ke mal. Ini sudah jadi tradisi tahunan,” kata Ustaz alumnus Al-Ahgaff University Yaman ini.

Pendiri Komunitas Pecinta Fikih Modereat & Terbuka ini, juga menyinggung bahwa kalau ‘virus Ramadan’ menyerang mulut rasanya bisa diatasi. Tetapi, jika sudah mata sangatlah susah, apalabi bagi bapak-bapak atau kaum pria.
“Bisa mengucap wow, kalau sudah melihat wanita cantik begitu,” kelakar Ustaz Khoirul Huda yang disambut tawa hadirin.

Ustaz juga menyampaikan ‘hasil survei dadakan’ yang menunjukkan laki-laki atau suami di Balikpapan itu setia. Sekitar 99,99 persen suami di Balikpapan hanya mau punya istri 1 saja. Mereka tidak mau poligami dan tidak tertarik terhadap perselingkuhan.

“Responden dipilih secara random atau acak dari berbagai wilayah di Balikpapan. Dan metodenya wawancara langsung. Tetapi, saat wawancara, responden didampingi istri dan mertua masing-masing,” kelakar Ustaz Khoirul Huda yang membuat undangan ibu-ibu dan bapak-bapaknya tertawa terbahak.
Ustaz Agus pun ‘menggoda’ Walikota-Wawali kaitan guyonan kaitan uniform atau seragam yang di periode pertama dulu ia pernah mendapatkannya.

Hanya, ustaz memberikan sindiran halus. “Tapi biasanya periode pertama dan kedua berbeda regulasinya. Nah, apakah masih mendapatkannya. Apalagi sekarang ada wakil Pak Bagus. Rasanya, kalau serius bisa. Pak, saya nggak minta tetapi ukuran baju saya L,” lagi-lagi Ustaz Agus membuat guyonan yang membuat tawa undangan.
Di bagian akhir, Ustaz Agus memimpin pembacaan doa berbuka puasa. Usai buka, undangan salat Magrib berjamaah dengan diimami ustaz dan dilanjutkan makan malam bersama.
Hanya, Walikota tidak bergabung dengan undangan lainnya. Ia bergegas untuk pulang karena akan menghadiri safari Ramadan di Masjid Asyuhada Pasar Baru. “Saya mau ganti baju dulu. Nanti ada safari,” ujarnya buru-buru.

Di depan pintu masuk Graha Tirta Building, ia sempat diminta untuk makan malam bersama undangan oleh tenaga ahli bidang humas Adel. “Pak Wali makan dulu,” pinta Adel.
Sontak, Walikota lagi-lagi bercanda. “Kok makan dulu, harusnya makan sekarang,” senyumnya disambut tawa Adel dan undangan lainnya. Dan, Wawali bersama dirut, dewas dan undangan melanjutkan makan malam sebelum melanjutkan salat isya dan tarawih.
“Saya juga akan ikut safari Ramadan bersama Pak Wali,” ujar Dirut Yudhi Saharuddin. (gt)













