TINTAKALTIM.COM-Mencegah penyakit tuberculosis (TBC), Kemenkes dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan menggelar pemeriksaan gratis. Kegiatan sudah digelar di 10 titik, dan Rabu (19/2) dilaksanakan di pelataran Terminal Tipe A Batu Ampar Balikpapan yang dikelola Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim.

Sejak pagi, warga berdatangan. Mereka cek kesehatan yang didukung DKK Balikpapan dan Klinik Tirta Medical Centre dalam penyediaan peralatan rontgen, SDM dan lainnya.

“Ini program Kemenkes dan DKK Balikpapan yang didukung juga BPTD Kaltim untuk mendeteksi dan mengobati tuberkkulosis (TBC) secara dini. Dan ada 4 kota-kabupaten melaksanakannya karena dari identifikasi gejala TBC memang tinggi. Termasuk Balikpapan,” kata Ainul Saada Huswat dari Klinik Tirta Medical Centre yang ikut mengawasi kegiatan pemeriksaan gratis di BPTD Kaltim.

Warga dan pegawai BPTD Kaltim ikut dalam pemeriksaan TBC itu. Diawali pengecekan tinggi badan dan juga interview oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Batu Ampar dan DKK Balikpapan yang dipimpin dr Ade Afriza kepada seluruh mereka yang terlibat dalam kegiatan itu.

Sejumlah pemeriksaan dilakukan. Untuk identifikasi TBC kata Ainul atau Nunu terdiri dari apakah warga pernah kontak erat dengan pasien TBC, kontak serumah dengan pasien dan juga perokok aktif. “Petugas di lapangan juga melakukan deteksi lewat pemeriksaan penderita diabetes melitus (DM) dan juga orang dengan HIP (ODHIV),” jelas Ainul.
Bukan itu saja, pemeriksaan itu juga mengarah pada malnutrisi atau kekurangan dan kelebihan nutrisi. Sehingga, bisa berpengaruh pada fisik pasien yang di antaranya nafsu makan menurun.
RONTGEN
Dalam pemeriksaan di Terminal Batu Ampar yang juga diawasi Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Jembatan Timbang Samboja Sulis Setiawan, dilakukan lewat rontgen. Warga satu per satu setelah diidentifikasi lewat pemeriksaan kesehatan, langsung memasuki bus yang di sana disiapkan peralatan rontgen plus petugasnya.

“Pemeriksaan TBC lewat rontgen ini untuk mendeteksi apakah ada infeksi bakteri di paru-paru. Makanya, perokok aktif juga diperiksa. Dan ini juga bagian dari skrining,” jelas Ainul.
Sasaran kegiatan itu juga orang yang kemungkinan tertular TBC termasuk pasien yang memiliki sistem imunitas rendah dan jadi prioritas. Dari hasil rontgen itu, akan dilihat apakah menunjukkan sugesti TBC atau flek di paru-paru, pasien akan menjalani pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) terhadap dahak pasien. Jika positif, terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) akan diberikan.

Christine dari DKK Balikpapan menyebutkan, kegiatan tersebut untuk menemukan kasus TBC secara aktif serta memberikan pengobatan dan terapi pencegahan.
“Kegiatan ini dibiayai oleh Kemenkes di mana setiap puskesmas mendapat quota masing-masing 150 orang. Dan totalnya 3.000 akan menjalani pemeriksaan skrining dengan distribusi seluruh puskesmas di Balikpapan dan se-Kaltim,” ujar Christine.

Program ini katanya, berlangsung dari 3 sampai 25 Februari 2025 yang orientasinya agar masyarakat juga memiliki kesadaran terhadap deteksi dini khususnya kaitan penyakit TBC di Balikpapan.
Dalam kegiatan itu, Kasmadi salahsatu RT di kawasan Kelurahan Batu Ampar Balikpapan Utara ikut memberikan imbauan dan mengajak warga untuk ikut melakukan deteksi dini terkait penyakit TBC.

Kasmadi dengan dukungan megaphone, melakukan woro-woro alias pengumuman dan memberi edukasi tentang pentingnya hidup sehat dengan gaya dan caranya. Dia adalah seorang relawan (voluenter) yang memang selalu aktif dalam berbagai kegiatan di masyarakat.
“Ayo kita hidup sehat. Sebentar lagi puasa Ramadan, sehingga tubuh harus sehat. Sekarang ada pemeriksaan gratis dari Kemenkes didukung DKK dan Puskesmas Batu Ampar serta BPTD Kaltim. Manfaatkan dengan maksimal bapak-ibu sekalian,” ajak Kasmadi. (gt)












