• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Monday, March 16, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home tintaBUDAYA

Action di Tangga, ‘Cantik’ dan Unik, Batik Balikpapan Lebih Enerjik

by admin
October 2, 2019
in tintaBUDAYA
0 0
0
Action di Tangga, ‘Cantik’ dan Unik, Batik Balikpapan Lebih Enerjik

SALAM: Jadi warisan dunia, simbol salam tata krama saat mengenakan batik lebih elegan

0
SHARES
717
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2019 membuat masyarakat Indonesia ramai-ramai mengenakan batik. Berbagai motif dan corak serta cara diperagakan, karyawan kantoran pun kompak berbatik ria dan terlihat ceria. Mereka ingin menunjukkan dan memanfaatkan momentum batik warisan dunia berdasarkan keputusan UNESCO. Termasuk di Kota Balikpapan.

Ditambah, adanyara Surat Edaran (SE) Walikota Balikpapan Nomor 003.3/890/DPOP yang menghimbau seluruh pegawai BUMN, BUMD, swasta agar mengenakan pakaian batik. Tidak ada penjelasan apakah batik  khas Balikpapan. Yang jelas batik.

Sejak malam informasi  mengenai Hari Batik Nasional ini sudah membuat heboh. Termasuk anak saya yang duduk di bangku SMP, ia  pun terlihat himung. Kamus bahasa Banjar artinya senang. “Pah besok boleh pinjam baju batiknya,” ujar anak saya. Tentu saya berpikir, adakah yang cocok ukurannya. Setelah dicoba di depan kaca, pantas saja. Karena batik lama dan ukurannya sudah ‘mengecil’. Batiknya ampiek, warna merah dan motifnya bersahaja.

Gaya baru di tangga ala pegawai PDAM

Pagi hari, saya berkeliling kota. Dan sejumlah instansi, ternyata sebagian besar warga menggunakan pakaian batik. Di perkantoran perbankan misalnya BNI, Bank Kaltim dan juga airlines Garuda Indonesia,  karyawan customer service dan juga teller sudah bukan hal baru jika busana batik harus dikenakan.

Corak motifnya beragam, batik Solo, batik Balikpapan, batik ampiek, batik sasirangan, batik Pekalongan dan lainnya. Justru, saat membuka-buka sosial media, status mengenakan pakaian batik menyebar. “Besok pakai batik yang mana ya,” tulis Agus Laksito, pemerhati kota yang juga dosen membeber  ragam baju batik miliknya dan difoto lalu di-upload ke facebook (FB).

Jika bicara batik, tentu  saya teringat dengan orang Jawa. Biasa batiknya lurik-lurik dipadu blangkon. Hanya sekarang batik sudah ‘mendunia’ dan milik bangsa Indonesia. Makanya ada Hari Batik Nasional. Dulu, sekitar tahun 1996 pernah digelar Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) negara APEC di Indonesia, ada sesi foto di Istana Bogor dan seluruh kepala negara mengenakan batik.

AKSI DI TANGGA

Dan hari ini, warganet memanfaatkan media sosial seperti twitter, instagram, facebook (FB) untuk mengunggah foto-foto mereka mengenakan batik. Saya menemukan  IG pegawai PDAM Kota Balikpapan, Nunu. Ia meng-upload foto-foto rekan kerjanya termasuk direksi di instagram. Seolah, Nunu ingin berucap: Ini Batikku, Mana Batikmu. Kreativitas pegawai PDAM ini selalu saja ada. Ini karena ‘dipoles’ dua pegawai Nunu dan Dani. Keduanya memang selalu memberi inspirasi apalagi dalam konteks berbusana. Lebih fashionable, begitu kata mereka.

Terlebih Dani yang dikenal dengan sebutan ‘MC Kondang’. Ia harus selalu tampil prima dalam berbusana. Karena, jadwalnya padat untuk menjadi pembawa acara dalam aktivitas wedding ragam daerah. Terbaru, ia pun tampil ‘satu stage’ dengan desainer ternama yang juga disebut ikon fashion Indonesia, Ivan Gunawan (Igun) dalam suatu acara resepsi pernikahan di BSC Dome.

Pesona busana batik membalut penampilan sejumlah pegawai PDAM dan direksi. Mereka semua tampil ‘cantik’ dan unik. Ya, keunikannya adalah action bersama di tangga. Entah, penulis tidak tahu siapa pengarah gayanya.  Hanya, dari hasil fotonya mereka sengaja membuat ‘setting’ foto yang nuansanya ‘berbicara’. “Anak tangga itu kan membantu manusia sampai ke puncak tertinggi. Itu analogi pelayanan PDAM untuk konsumennya harus maksimal,” kata Arief Purnawarman, direksi  ‘tukang ledeng’ ini.

Arief Purnawarma saat berfoto didampingi, Direktur Limbah Anang Fadliansyah, Ada Ibrahim, Ramli, Rima, Edy. Fotonya pun menempelkan tangan di dada, mengingatkan kita kepada tim sepakbola nasional saat bergaya ketika mendengar kumandangnya Indonesia Raya. Mungkin, itu simbol kehormatan dan kebanggaan atas batik yang dikenakannya. Atau wujud tata karma.  Tapi, mereka semua cantik dan ganteng. Seolah memberi simbol: Ada nilai baru di PDAM dan batik baru.

ENEREJIK BALIKPAPAN

Performance Batik Vi karya Ida Roy Nirwan

Jika bicara batik di Kota Balikpapan, tidak dapat dilepaskan dari seorang  ibu yang disebut ‘penggiat batik’. Dia adalah Ida Roy Nirwan, istri dari mantan Ketua KONI Balikpapan. Ibu yang kerap mempromosikan batik tenun khas Kota Beriman ini,  idenya mengangkat batik dalam konteks kearifan lokal.

Goresan tangan  Ida  Roy  Nirwan, Ketua Ikatan Pengrajin Batik Balikpapan ini selalu ‘dingin’. Seolah  ada  simbolisme dan budaya yang melingkupi kain katun atau sutra yang diwarnai di batiknya lewat beragam motif termasuk bunga jahe.

Namanya, Batik Vi, Pernah  mengikuti pameran di New York, Amerika Serikat (AS), dan  karya-karya batik tenunnya pun beragam. “Batik itu kan digunakan untuk kegiatan bisnis hingga akademis. Ada pula pernikahan , ke kantor. Di Hari Batik Nasional, ini boleh saya saran, agar  juga nanti ada hari-hari mengenakan Batik Balikpapan karena sangat enerjik,” saran Ida Roy Nirwan.

Ida menyebut, berterimakasih pada UNESCO yang telah menjadikan batik warisan dunia. Karena proses membuat batik bukan rangkaian produksi saja, di dalamnya ada budaya dan eksistensi dalam mencintai Kota Balikpapan. “Ada makna dan simbol kreatif batik Balikpapan. Ini mencerminkan pengaruh budaya Balikpapan yang hetrogen dan simbol kreativitas,” kata Ida Roy Nirwan yang terus memasarkan dan mempromosikan batik Balikpapan  yang sudah merambah ke bisnis online.

Ida Roy Nirwan

Ida juga pernah membuat performance Pagelaran  Cinta Batik Vi dengan motif batik jahe Balikpapan yang dipamerkan oleh puluhan model dari Duta Wisata dan Jali-Jali Enterprise. Batiknya kasual, semi kasual dan kebaya. “Kalau PBB melalui UNESCO saja mengakui batik jadi warisan budaya dunia, warga Balikpapan juga harus cinta batik Balikpapan dong. Sebab, lebih  memberi inspirasi dalam  karya dan kreasi,” pungkas Ida Roy Nirwan. Akhirnya, Salam Hari Batik Nasional. (sugito)

SendShareTweet

Related Posts

Heboh, Lomba Fashion PTB, Rizal: Warga Tionghoa Jaga Kesolidan dan Kompak
tintaBUDAYA

Heboh, Lomba Fashion PTB, Rizal: Warga Tionghoa Jaga Kesolidan dan Kompak

October 8, 2019
On-On di Phoenix Hill Sambil Memandang Sanya
tintaBUDAYA

On-On di Phoenix Hill Sambil Memandang Sanya

September 25, 2019
Pengantin Lima Menit, Gadis Miao dan Eric Tersipu
tintaBUDAYA

Pengantin Lima Menit, Gadis Miao dan Eric Tersipu

September 25, 2019
Sanya, Kota Miss World Menawan di Hainan
tintaBUDAYA

Sanya, Kota Miss World Menawan di Hainan

September 24, 2019
Majukan Taichi Balikpapan, Hendra Lie Ketuai Adyti
tintaBUDAYA

Majukan Taichi Balikpapan, Hendra Lie Ketuai Adyti

September 24, 2019
Warga Tionghoa Asal Balikpapan Majukan Desa Bali Xinglung
tintaBUDAYA

Warga Tionghoa Asal Balikpapan Majukan Desa Bali Xinglung

September 22, 2019
Next Post
Umroh Tiap Bulan dengan WAW, Terdaftar dan Jadwal Berangkatnya Pasti

Umroh Tiap Bulan dengan WAW, Terdaftar dan Jadwal Berangkatnya Pasti

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

Kapolda Kaltim: Demo Anarkis, Polisi Pasti Represif. Pengamanan IKN Terkendali dan Pembangunan On The Track

Kapolda Kaltim: Demo Anarkis, Polisi Pasti Represif. Pengamanan IKN Terkendali dan Pembangunan On The Track

June 20, 2023
Debit Waduk Manggar dan Teritip Terus Turun. Walikota: Kemarau, Hemat Air dan Semoga Turun Hujan

Debit Waduk Manggar dan Teritip Terus Turun. Walikota: Kemarau, Hemat Air dan Semoga Turun Hujan

October 2, 2023
Ketua DPRD Sedekah Makanan ke 2 Masjid dan Penyapu Jalan. Doanya untuk Kedua Orangtua. Dirum PDAM,  H Suparlan, Wati Bali Rutin Berbagi

Ketua DPRD Sedekah Makanan ke 2 Masjid dan Penyapu Jalan. Doanya untuk Kedua Orangtua. Dirum PDAM, H Suparlan, Wati Bali Rutin Berbagi

September 6, 2020
BPTD Kaltim Pantau Sirkulasi  Bus ke IKN. Muiz: Bus Kemenhub Aman, Warna Stiker Harus Dicermati

BPTD Kaltim Pantau Sirkulasi Bus ke IKN. Muiz: Bus Kemenhub Aman, Warna Stiker Harus Dicermati

August 11, 2024
Kadin Mitra Pemerintah dan Advokasi Pengusaha. Makkalau: Muskot Harus Demokratis, Coffee Morning Kadin Bermanfaat

Kadin Mitra Pemerintah dan Advokasi Pengusaha. Makkalau: Muskot Harus Demokratis, Coffee Morning Kadin Bermanfaat

January 19, 2021
Jasa Raharja: 65 % Korban Lakalantas MD, Jadi Miskin. Yudi: Mahasiswa Wajib Jadi Pelopor Keselamatan Lalu-Lintas

Jasa Raharja: 65 % Korban Lakalantas MD, Jadi Miskin. Yudi: Mahasiswa Wajib Jadi Pelopor Keselamatan Lalu-Lintas

June 18, 2023
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines