TINTAKALTIM.COM-Hujan di Waduk Manggar dan level air naik menjadi 8,65 meter yang sebelumnya hanya 6 meter, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PDAM) menyurati Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV agar kuota produksi air ditambah dengan pola 4-1 atau 4 hari produksi 100 persen dan 1 hari 50 persen.
Surat sudah dilayangkan beberapa waktu lalu dan tingal menunggu jawaban. Karena, jika harus kembali produksi 100 persen, maka level di Waduk Manggar posisinya mencapai dulu 10,30 meter atau limpas. Sementara, level di Waduk Teritip menyentuh angka 2,33 meter yang normalnya 4 meter
“Kami ini hanya operator yang mengolah air. Tetapi, kewenangan kuota air baku yang harus diproduksi itu dari BWS. Makanya, kita surati dan semua ini untuk kepentingan pelanggan,” kata Yudi Saharuddin kepada awak media saat silaturahmi dirangkai dengan lunch, Senin (15/01/2024).
Yudi didampingi direksi lainnya yakni Direktur Teknik Nour Hidayah (Nunu), Direktur Operasional Anang Fadliansyah, Direktur Umum Purnamawati, Kabag Hubungan Pelanggan (Hublang) Abdul Ramli, Supervisor Customer Service Suryo Hadi Prabowo dan Kabag Sistem Informasi Manajemen (SIM) Alvian.

Upaya ini kata Yudi, untuk menjawab pertanyaan di masyarakat yang menyebut, hujan mengapa masih harus digilir . Hanya, PDAM tergantung instansi yang berwenang kaitan waduk yakni BWS dan ada aturan kaitan Surat Izin Pengambilan Air (SIPA).
Pemberian izin dari BWS itulah kata Yudi, maka jika suratnya disetujui, maka segera pola 4-1 dapat dijalankan sehingga semakin banyak pelanggan yang dapat dijangkau PDAM khususnya pelanggan yang tinggal di daerah tinggi.
“Kami berharap, pelanggan bersabar. Berdoa agar hujan terus turun di Waduk Manggar dan Teritip sehingga pola produksi kembali normal 100 persen setiap hari,” ujar Yudi
Surat permohonan menambah produksi itu kata Yudi, sudah diajukan ke BWS. “Kalau hari ini (kemarin, red) dijawab, kami segera operasional produksi pola 4-1 itu, sehingga warga bisa terlayani lebih lama,” ungkap Yudi.
Saat ini kata Yudi, produksi air baku masih posisi 100 persen untuk dua hari dan 50 persen untuk 1 hari. Sehingga, pengajuan ke BWS yang baru itu diharapkan mampu menambah tingkat layanan air bersih ke masyarakat atau pelanggan
Sejauh ini, dalam kaitan program jangka pendek kata Yudi, akan ada optimalisasi sumur dalam (deep well). Sehingga, nanti debit air itu bisa digunakan menambah debit dari Waduk Manggar dan Teritip.
REGULASI
Sementara itu, Direktur Operasional Anang Fadliansyah menegaskan, produksi air PDAM itu harus mengikuti regulasi BWS dan itu harus dipatuhi. Jangan sampai air baku yang diproduksi melebihi sehingga akan mempengaruhi stabilitas dan keamanan bendungan, sebab menyentuh sisi sedimentasi (pendangkalan)
Dalam konteks optimalisasi sumur dalam, menurut Anang Fadliansyah sekarang ini ada 36 sumur dan 24 laiinnya beroperasi, sementara lainnya tidak dan itu akan dioptimalkan seperti di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Prapatan dan Gunung Sari Ilir.
“Upaya lainnya adalah rekayasa dengan buka tutup menggunakan valve. Sehingga, itu bisa diukur kebutuhan air dan layanan ke pelanggan. Ini masih dikaji dan semoga semuanya bisa berjalan normal,” ungkap Anang.

Sementara itu Dirtek Nunu mengatakan, konsentrasi PDAM sekarang pada konsep 4K (Kuantitas, Kualitas, Kontinuitas dan Keterjangkauan). Dengan menurunnya debit air di Waduk Manggar dan Teritip, maka konsentrasinya adalah optimalisasi pelayanan dengan beberapa rekayasa.
“Rekayasa dengan menambah produksi air baku ke BWS dan upaya-upaya lain seperti melakukan langkah buka tutup tadi. Tetapi, semuanya masih tetap harus bicara kuantaitas ya debit air meningkat normal di sekitar 10 meter lebih,” ujar Nunu.
Sedang Direktur Umum Purnamawati menegaskan, pelanggan yang airnya tak mengalir sejauh ini bisa dilayani dengan mobil tangki. Hanya, karena pola distribusi air bergilir masih 100 persen 2 hari dan 50 persen sehari, tentu antrean masih ada.
“Alhamdulillah hujan sudah turun, sehingga ini juga yang membuat antrean air di posko air menurun dari yang awalnya sampai mencapai 2.300 antrean dan sekarang sudah 200 antrean pelanggan saja,” ungkap Purnamawati. (gt)












