• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Sunday, March 15, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

Aneh, Tabung Melon Langka (Plastic Wrap)? (Pengawasan Pertamina MOR Masih Lemah)

by admin
July 16, 2023
in Kanal
0 0
0
Aneh, Tabung Melon Langka (Plastic Wrap)? (Pengawasan Pertamina MOR Masih Lemah)

MASIF: Pengawasan Pertamina dan tim gabungan perlu dilakukan masif di lapangan

0
SHARES
233
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Catatan: H Sugito SH *)

TINTAKALTIM.COM-Aneh! Jika tabung melon di Kota Balikpapan bahkan Kaltim langka? Karena depotnya  dekat, kuotanya jelas. Tetapi, sering terjadi kekosongan gas elpiji untuk tabung 3 kg atau melon. Masyarakat jadi bingung

Banyak faktor yang sebenarnya terjadi. Dari investigasi media ini, sebenarnya semua menjadi tanggung jawab PT Pertamina (Persero)  atau PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan atau yang sering disebut Marketing Operation Region (MOR).

Tabungnya ada tulisannya; Karena subsidi

Dari pengalaman, media ini pernah melihat pengisian gas elpiji di depot. Tabung yang 3 kg itu tidak akan pernah berkurang isinya. Sebab pengisiannya secara digitalisasi. Jika angka digital menunjukkan 8 kg, berarti isinya full. Sebab, berat kosongnya 5 kg ditambah isinya 3 kg.

Tapi, ada dugaan, masih ada tabung yang isinya berkurang. Bisa bocor, tetapi jika dari Pertamina tak mungkin bocor. Karena, ketika proses pengisian dan ada tabung yang bocor maka langsung diafkir. Jadi, pengawasan perlu dilakukan masif Pertamina di lapangan untuk mencari dugaan pengoplosan.

Berikut, syarat tabung elpiji itu harus dipasang plastic wrap. Itu jenis plastik yang membalut di nose atau hidung tabung. Jika tabung melon maka plastik warnanya biru untuk Kota Balikpapan.

Hanya, sering terjadi tabung itu sudah tidak ada plastic wrap-nya. Sehingga, rentan untuk diselewengkan ke daerah lain. Lalu, kuota untuk Balikpapan praktis berkurang. Karena, masing-masing daerah berbeda kaitan Harga Eceran Tertinggi (HET). Di sini ada perbedaan margin. Contoh Kota Balikpapan dipatok HET Rp19 ribu dan PPU Rp22 ribu. Dan, plastic wrap itu masing-masing daerah berbeda-beda. Tergiur dong dengan selisih margin Rp3 ribu.

Platic wrap itu terkadang tidak ada, lalu mengapa Pertamina diam saja. Harusnya dipantau tiap-tiap agen dan pangkalan untuk diingatkan sebab itu tanggung jawab Pertamina. Fungsi pengawasan ini untuk menjaga agar distribusi bisa dilakukan transparan.

Warna hijau itu, contoh plastic wrap

Karena, jika plastic wrap itu dicopot, maka tidak diketahui bahwa itu tabung gas 3 kg untuk daerah mana sehingga mudah sekali didistribusikan ke daerah lain yang memang memerlukan. Padahal, daerah lain pun memiliki kuota.

Kondisi sekarang menurut Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan  Arya Yusa Dwicandra, sekarang didistribusikan sekitar 3,3 juta tabung dan itu berkisar awal Juli 2023. Ada kenaikan 8 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Tentu, ini diperlukan pengaturan kuota. Sangat diapresiasi operasi pasar  yang dilakukan Pertamina bersama Hiswana Migas yang menggandeng 11 agen. Ada sekitar 7.000 tabung disalurkan di Balikpapan dengan catatan untuk masyarakat tidak mampu. Ini untuk membantu agar tidak sampai gas melon langka.

Pertamina berkali-kali mengimbau agar mereka yang mampu seperti pengusaha atau restoran-restoran besar untuk membeli elpiji non-subsidi seperti bright gas 5,5 kg atau 12 kg. Karena, diduga kuat terjadi ‘kanibalisasi’ atau penggunaan tabung 3 kg yang dinikmati oleh orang-orang mampu.

Sebab, elpiji 3 kg adalah barang bersubsidi dari pemerintah pusat dana APBN yang penyalurannya dibatasi kuota. Pertamina menyebut, pihak-pihak yang melakukan penyelewengan di lapangan bisa dilaporkan ke call centre 135 atau aplikasi MyPertamina.

Rasanya, fungsi pengawasan harus masif. Pertamina bisa menggandeng  Hiswana Migas, kepolisian, pemkot dan lembaga konsumen bahkan wartawan untuk melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke agen dan pangkalan. Tentu bukan eceran, karena itu bukan domain Pertamina. Sebutlah, gerakan sidak itu sebagai ‘Gerakan Gakkum’ atau penegakan hukum. Sekaligus memantau HET yang sudah dipatok.

Karena, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tetang Migas di Pasal 53 huruf C ada sanksi pidana penjara maksimal selama 3 tahun dan sanksi administrasi berupa pencabutan izin badan usaha jika ada yang melanggar HET. Apakah HET memang sudah sesuai? Ini yang perlu diawasi.

Karena, terkadang harga gas 3 kg sangat ‘gila-gilaan’. Yang sebenarnya ini memang hukum pasar antara supply dan demand. Jika permintaan tinggi sementara distribusi barang tidak ada, bisa mengakibatkan harga melambung.

Tetapi, untuk HET kan sudah ada patokannya? Lalu apa yang dilakukan Pertamina dan pemerintah kota yang menetapkan HET? Sebab, HET itu huruf T-nya adalah Tertinggi. Sehingga, tidak boleh dijual di atas harga itu.

Pertamina harus menjelaskan fungsi pengawasan di lapangan. Sebab, itu bagian dari upaya untuk warning agen atau pangkalan yang melanggar. Jika melanggar, diberi peringatan I. Melanggar lagi peringatan II hingga III dan jika terus melanggar dikurangi kuotanya dan masih bandel ya dicabut izinnya.

Ini yang perlu tegas. Ini yang perlu transparan. Ini yang perlu disampaikan ke masyarakat, sehingga langkah-langkah Pertamina tidak pada sisi distribusi saja tetapi ada upaya pembinaan.

Tentu, kita tidak ingin melihat bapak dan ibu yang usianya sudah sepuh harus duduk di tepi jalan menunggu antrean berjam-jam hanya untuk mendapatkan gas 3 kg. Miris rasanya. Kok ibarat peribahasa: Tikus Mati di Lumbung Padi. Kota Balikpapan Kota Minyak, Kilang pengolahannya dekat, depotnya pun ada tetapi gasnya langka

Semoga catatan ini menjadi spirit Pertamina untuk melakukan fungsi pengawasan yang sifatnya masif. Sehingga, masyarakat pun bisa mendapatkan gas melon 3 kg dengan mudah dan harga murah.**

*) Wk Ketua Media Online Indonesia Kaltim

SendShareTweet

Related Posts

PTMB Turunkan 28,48 Persen NRW. Ali Rachman: Perang Lawan Kebocoran
Kanal

PTMB Turunkan 28,48 Persen NRW. Ali Rachman: Perang Lawan Kebocoran

March 15, 2026
Sering Bocor, Pipa PDAM Dipasang di Permukaan. Juga Antisipasi Terjadinya NRW Tinggi
Kanal

Sering Bocor, Pipa PDAM Dipasang di Permukaan. Juga Antisipasi Terjadinya NRW Tinggi

March 15, 2026
2026, Ada 12 Ribu Sambungan Baru. PTMB Sehat, Produksi Air Naik Drastis
Kanal

2026, Ada 12 Ribu Sambungan Baru. PTMB Sehat, Produksi Air Naik Drastis

March 15, 2026
PTMB Ganti 32.500 Water Meter Pelanggan. Dirut: Gratis, Demi Akurasi Pengukuran Air
Kanal

PTMB Ganti 32.500 Water Meter Pelanggan. Dirut: Gratis, Demi Akurasi Pengukuran Air

March 15, 2026
PTMB Salurkan Tandon dan Air Tangki untuk Warga Rapak. Dirut: Kita Maksimal, Turun ke Lapangan
Kanal

PTMB Salurkan Tandon dan Air Tangki untuk Warga Rapak. Dirut: Kita Maksimal, Turun ke Lapangan

March 15, 2026
Kemenhub Buka Posko, Awasi 143 Juta Pemudik. BPTD Kaltim, Poskonya Dibuka hingga 30 Maret 2026
Kanal

Kemenhub Buka Posko, Awasi 143 Juta Pemudik. BPTD Kaltim, Poskonya Dibuka hingga 30 Maret 2026

March 15, 2026
Next Post
Tiket Full: Go Show-No Show atau Shadow Booking?

Tiket Full: Go Show-No Show atau Shadow Booking?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

KONI Bukan Hanya Cetak Spanduk tapi Prestasi. Gasali: Ayo Bina Atlet dan Bangun Ekosistem Olahraga

KONI Bukan Hanya Cetak Spanduk tapi Prestasi. Gasali: Ayo Bina Atlet dan Bangun Ekosistem Olahraga

January 8, 2026
Romantisme Perjalanan Rahmad Mas’ud-Istri. Dibalik Pria Sukses, Ada Wanita Hebat di Sampingnya

Romantisme Perjalanan Rahmad Mas’ud-Istri. Dibalik Pria Sukses, Ada Wanita Hebat di Sampingnya

September 25, 2020
Arus Puncak Mudik di Pelabuhan Kariangau 5 April. Muiz: Mamuju dan Palu Toleransi pada ILR, Keselamatan Utama

Arus Puncak Mudik di Pelabuhan Kariangau 5 April. Muiz: Mamuju dan Palu Toleransi pada ILR, Keselamatan Utama

April 5, 2024
Kelakar Rahmad: “Kalau Nggak Suka Saya, Coblos Gambar Thohari”. Maju Walikota Ingin Pro-Rakyat, Makan Lesehan dengan Warga di Villa Damai

Kelakar Rahmad: “Kalau Nggak Suka Saya, Coblos Gambar Thohari”. Maju Walikota Ingin Pro-Rakyat, Makan Lesehan dengan Warga di Villa Damai

November 14, 2020
BPTD Kaltim Peringati HUT RI Bernuansa Nasionalis. Kabalai Pakaian Adat Kalimantan, Diisi Juga Bhakti Sosial dan Ragam Lomba

BPTD Kaltim Peringati HUT RI Bernuansa Nasionalis. Kabalai Pakaian Adat Kalimantan, Diisi Juga Bhakti Sosial dan Ragam Lomba

August 21, 2023
Cash Back 50 Persen BBM Pertamina, Harusnya ke Bus Juga. Organda: Usaha Macet, Nggak Dapat Penghasilan

Cash Back 50 Persen BBM Pertamina, Harusnya ke Bus Juga. Organda: Usaha Macet, Nggak Dapat Penghasilan

April 16, 2020
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines