TINTAKALTIM.COM-Potensinya besar, sehingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pusat sampai membuat proyeksi di akhir tahun 2027 mendatang, Baznas Balikpapan harus mendapatkan Rp15,8 miliar. Di tahun 2025, berhasil menghimpun dana Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) Rp9,3 miliar
“Kami gunakan dana Baznas secara transparan. Audit eksternal dan internal dilakukan. Banyak program yang lebih menyentuh pemberdayaan umat dan penguatan ekonomi,” kata Ketua Baznas Kota Balikpapan Abdul Rosyid Bustomi menjelaskan kontribusi dana Baznas untuk umat saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2026)

Menurut Bustomi, jajaran komisioner terus berupaya agar dana ZIS dimanfaatkan produktif yang fokusnya pada pemberdayaan ekonomi mustahik (penerima zakat) agar mandiri mengubah mereka menjadi muzakki (pemberi zakat)
“Prinsipnya dana ZIS itu harus bisa dikelola sebagai investasi jangka panjang yang menghasilkan. Misalnya, kita membantu rombong pedagang sayur. Itu agar mereka produktif dan mendapat omzet yang baik,” jelas Bustomi
Dalam implementasinya kata Bustomi, memang perlu waktu. Karena, kriteria mustahik itu berbeda-beda. Dan ada tantangan membangun mentalitas wirausaha (entrepreneurship). Tapi, Baznas tetap berbuat dan bermanfaat untuk umat
SDM KOMPETEN
Dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) kata Bustomi, seluruh komsioner terus mengembangkan agar dana yang ada di Baznas itu bisa untuk pengembangan SDM. Makanya, programnya adalah membantu mereka yang harus bisa diserap di pasar kerja
“Pelatihan pendidikan dasar (diksar) security dan cleaning service misalnya. Ini mengembangkan SDM memiliki skill dan kompetesi di bidangnya. Sudah 150 warga kita beri pelatihan dan memiliki sertifikat yang kualifikasinya Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” urai Bustomi

Atas bantuan Baznas, ratusan orang itu yang masing-masing dibiayai diksarnya sekitar Rp4 juta lebih per orang, mendapatkan ilmu, kompetensi dan mudah diserap di pasar kerja
“Akhirnya semua sudah kerja. Ada yang jadi driver merangkap security. Tetapi, terserap di sejumlah tempat seperti perbankan, IKN dan perusahaan swasta. Dan, program ini mendapat apresiasi Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME untuk dilanjutkan,” kata Bustomi
Dalam konteks lainnya, dana ZIS di Baznas juga harus menolong warga yang kerap datang ke kantor. Mereka mengeluh tidak bisa berbuat apa pun dan ‘terdampar’ di Balikpapan. Dari Dinas Sosial, mereka akhirnya harus direkomendasi ke baznas

“Nah, kita membantu memulangkan sejumlah warga seperti dari Surabaya dan sejumlah daerah. Sehingga, bisa bertemu lagi keluarga. Tentu, untuk transportasi kapal laut agar mereka tidak sampai mengalami kesulitan,” kata Bustomi.
Selain itu, dana yang dihimpun Baznas Balikpapan juga disalurkan ke-4.000 mustahik yang diserahkan simbolis Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME.
“Jadi itu program Baznas Balikpapan Berbagi saat Ramadan. Alhamdulillah, semua mustahik sudah mendapatkan bantuan baznas tersebut,” pungkas Bustomi. (gt)













